Breaking News:

Berita Surabaya

Susul Ketua RT/RW, Honor Modin di Surabaya Diusulkan Naik Menjadi Rp 1 Juta per Bulan

Pada awal 2021 Pemkot Surabaya telah menaikkan honor bagi 9.126 Ketua RT, 1.360 Ketua RW dan 154 Ketua LPMK se-Surabaya.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Deddy Humana
surya/nuraini faiq
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Para modin di Surabaya bakal mendapat perbaikan besaran honor, dan saat ini sedang dibahas Komisi D di DPRD setempat Ketua Komisi D menegaskan akan memperjuangkan honor modin di Kota Pahlawan menjadi Rp 1 juta per bulan, dari sebelumnya Rp 400.000 per bulan.

Dan kenaikan insentif atau honor modin itu diusulkan dalam pembahasan RAPBD 2022. "Masih memungkinkan untuk menaikkan honor para modin kita. Mudah-mudahan disetuju bila kami usulkan naik sampai menjadi Rp 1 juta," terang Ketua Komisi D, Khusnul Khotimah, Rabu (27/10/2021).

Politisi perempuan PDIP ini memang mengusulkan kenaikan honorer modin. Pertimbangannya tugas modin saat ini cukup berat sebagaimana tugas ketua RT/RW, yang honornya lebih dulu naik.

Anggota Fraksi PDIP mengaku menerima banyak curhatan dari para modin tentang honor mereka yang tidak naik. Ning Kaka, sapaan akrab Khusnul Khotimah, menyebut honor modin selama ini Rp 400.000 per bulan.

Sedangkan jumlah modin di Surabaya sebanyak 2.400 orang. Artinya anggaran yang dibutuhkan untuk honor mereka sebesar Rp 2,4 miliar. "Apakah nanti disetujui atau tidak, menyesuaikan kemampuan anggarannya dulu,” kata Ning Kaka.

Usulan menaikkan honor para modin ini, lanjut Ning Kaka, adalah wujud apresiasi dan penghargaan Pemkot Surabaya kepada modin yang memiliki tugas yang cukup berat. Mereka memberikan pelayanan masyarakat sama seperti ketua RT atau ketua RW yang telah naik honornya.

Pada awal 2021 Pemkot Surabaya telah menaikkan honor bagi 9.126 Ketua RT, 1.360 Ketua RW dan 154 Ketua LPMK se-Surabaya.

Semula RT menerima biaya operasional Rp 550.000 per bulan, kini menjadi Rp 1 juta per bulan. Berikutnya untuk Ketua RW, dari setiap bulan menerima Rp 600.000, kini menerima Rp 1.250.000 dan untuk LPMK yang semula Rp 700.000 menjadi Rp 1,5 juta.

“Modin memiliki banyak tugas. Seperti mengadakan pencatatan pengurus kematian serta segala sesuatu yang berhubungan dengan kematian, pendataan tentang nikah, talak, rujuk dan cerai. Jika dibutuhkan masyarakat pada tengah malam, mereka harus siap siaga memberikan pelayanan,” paparnya.

Menurut Ning Kaka, honor bagi para modin ini tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 15 Tahun 2016, tentang Perubahan Atas Perwali Surabaya Nomor 76 Tahun 2015 tentang Pemberian Biaya Jasa Pelayanan bagi Warga Pelayan Masyarakat di Kota Surabaya.

“Menaikkan honor menjadi Rp 1 juta per bulan bagi para modin sudah sangat wajar. Harapannya dengan kenaikan honor ini, para modin bisa lebih memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Bisa lebih cepat dan tanggap saat dibutuhkan masyarakat,” tandas Fahmi. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved