Breaking News:

Berita Lamongan

Resmikan Tugu Desa Tertua, Bupati Yuhronur Tandai 1000 Tahun Kejayaan Lamongan di Tanah Perdikan Ini

Garudamukha adalah sebagai lencana resmi kerajaan yang dituangkan dalam sebuah batu gurit atau prasasti batu berbentuk tugu

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
Resmikan Tugu Desa Tertua, Bupati Yuhronur Tandai 1000 Tahun Kejayaan Lamongan di Tanah Perdikan Ini - jambore-1000-tahun-garudmuka-lamongan1.jpg
surya/hanif manshuri
Bupati Lamongan , Yuhronur Efendi membubuhkan prasasti dalam Jambore Peringatan 1000 Tahun Garudamukha Lanchan di Bumi Lamongan, di Bumi Perkemahan Desa Candisari Sambeng, Rabu (27/10/2021).
Resmikan Tugu Desa Tertua, Bupati Yuhronur Tandai 1000 Tahun Kejayaan Lamongan di Tanah Perdikan Ini - jambore-1000-tahun-garudamuka-lamongan2.jpg
surya/hanif manshuri
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menghadiri Peringatan 1000 Tahun Garudamukha Lanchan di Bumi Lamongan, di Bumi Perkemahan Desa Candisari Sambeng, Rabu (27/10/2021).

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Perjalanan Kabupaten Lamongan tidak lepas dari kebesaran beberapa kerajaan di masa lalu, salah satunya di era Kerajaan Kahuripan yang dipimpin Sri Maharaja Airlangga. Dan tepat 1000 tahun lalu, kejayaan Lamongan sebenarnya telah dimulai setelah dibuktikan dengan pengukuhan prasasti Cane di Desa Cane, yang sekarang menjadi Desa Candisari, Kecamatan Sambeng.

Prasasti itu merupakan penghargaan dari Airlangga, dan merupakan penetapan sebagai sebagai tanah perdikan atau Sima Swatantra (daerah bebas pajak) dengan simbol Garudamukha. Garudamukha adalah sebagai lencana resmi kerajaan yang dituangkan dalam sebuah batu gurit atau prasasti batu berbentuk tugu runcing di bagian atasnya.

Anugerah sebagai desa bebas pajak atau perdikan dari Raja Airlangga tersebut diberikan untuk menghargai perjuangan dan dedikasi para penduduk Cane dalam membantu perjuangan sang raja menghadapi serangan musuhnya, bahkan rela menjadi benteng kekuatan di wilayah Barat.

Momentum titik balik kejayaan Lamongan yang telah dimulai sejak 1000 tahun lalu oleh Raja Airlangga itu, kemudian dilanjutkan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Yuhronur memberi penghargaan kepada masyarakat Desa Candisari melalui peresmian Tugu Desa Tertua di Lamongan, Rabu (27/10/2021).

Penghargaan itu diberikan dalam bentuk simbol Garudamukha sebagai spirit perjuangan Lamongan menuju kejayaan. Garudamukha, Bupati Yes, sapaan akrab Bupati Lamongan mengatakan, patut menjadi teladan dan spirit perjuangan dalam mencapai kejayaan Lamongan seperti yang dicita-citakan.

“Maka jelaslah bagi kita semua, bahwa hari ini adalah tepat 1000 tahun yang lalu anugerah Raja Airlangga dikukuhkan, " ungkap Yuhronur dalam Jambore Peringatan 1000 Tahun Garudamukha Lanchana di Bumi Lamongan, di Bumi Perkemahan Desa Candisari, Rabu (27/10/2021).

Tepat 1000 tahun lalu 'tugu kejayaan' atau Jayastamba Airlangga ditegakkan di Lamongan ini. Dengan demikian, tentu bukan sesuatu yang berlebihan jika dalam kesempatan ini, Bupati Lamongan mengambil spirit sejarah yang pernah terjadi di Desa Candisari.

Dan kesempatan itu ini sekaligus mewakili kesejarahan wilayah Lamongan pada umumnya yang menyatakan bahwa Oktober 2021 ini adalah Titik Balik Kejayaan Lamongan.

Diungkapkan Yuhronur, dari data-data sejarah yang dikumpulkan oleh banyak peneliti, pegiat komunitas sejarah, dan peninggalan arkeologi yang masih ada di lapangan, diperoleh gambaran yang cukup akurat mengenai kondisi Lamongan pada abad 11.

Pada abad itu, Lamongan sudah merupakan wilayah yang ramai. Tidak hanya sebagai arus perdagangan antar wilayah kota, namun sudah menjadi persinggahan perdagangan internasional.

Yuhronur juga membeberkan, prasasti Cane, selain berisi status perdikan atas Desa Cane juga mengatur tentang ketentuan pajak atas orang asing yang berdagang di wilayah Cane pada masa itu.

Seperti bangsa Arya (India), Sinhala (Thailand), Campa (Vietnam), Khamir (Kamboja), Keling (India), dan lainya. Hal ini menunjukkan bahwa di masa lalu wilayah Lamongan sudah menjadi persinggahan para saudagar asing dan telah mengenal perdagangan internasional.

"Berbagai bentuk barang dagangan sudah diperjualbelikan di Cane saat itu. Seperti kain, kulit, benda porselen, rempah-rempah, logam emas, perak, perunggu, besi, batu mulia, garam, juga komoditas kayu Ccndana dan lainnya, " katanya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved