Breaking News:

Berita Situbondo

Lansia Diajak 'Ngebut' Vaksinasi, Setiap ASN Situbondo Wajib Bawa Lima Orang untuk Divaksin

Akibat rendahnya capaian vaksinasi lansia itu, kata Syaifullah, dalam dua pekan ini pihaknya akan fokus untuk melakukan percepatan.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/izi hartono
Wakil Bupati Situbondo, Hj Khoironi memantau vaksinasi di salah satu instansi. 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Pencapaian persentase vaksinasi Covid-19 pada warga lanjut usia (lansia) di Situbondo yang relatif lamban, mulai membuat Pemkab Situbondo tidak sabar. Kali ini percepatan vaksinasi dikebut dengan cara unik, yaitu melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara ( ASN) di lingkungan Pemkab Situbondo untuk mempercepat vaksinasi lansia.

Caranya, setiap satu ASN diwajibkan membawa lima orang lansia untuk diajak vaksin. Itu karena sampai Oktober ini capaian vaksinasi untuk lansia di Situbondo masih sangat rendah. "Capaian vaksinasi untuk lansia masih berkisar 22 persen, " ujar Syaifullah, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Situbondo kepada SURYA, Rabu (27/10/2021).

Akibat rendahnya capaian vaksinasi lansia itu, kata Syaifullah, dalam dua pekan ini pihaknya akan fokus untuk melakukan percepatan. "Ini yang akan dilakukan pak bupati, yaitu semua ASN diintruksikan membawa lansia untuk divaksin," kata Syaifullah.

Dikatakan Syaifullah, vaksinasi lansia itu juga akan didukung program pemberian sembako serta bantuan lain. "Vaksinasi para lansia bisa juga dilakukan secara door to door(dari rumah ke rumah)," tambahnya.

Syaifullah menjelaskan, instruksi ini tidak hanya berlaku untuk para ASN, melainkan juga akan diwajibkan pada anggota TNI dan Polri. "Bupati meminta setiap ASN bisa mengajak lima lansia, " ucapnya.

Sekda menjelaskan, kalau seluruh ASN membawa lima orang lansia untuk divaksin maka capaian vaksinasi lansia akan terealisasi dengan cepat. "Bayangkan saja kalau 10 ribu ASN dikalikan lima orang, maka akan ada 50 ribu orang yang tervaksin, " jelasnya.

Dan selama ini rendahnya capaian vaksinasi itu karena para lansia lebih banyak berada di daerah pedesaan dan kebanyakan masih beranggapan tidak akan terdampak Covid-19. "Mereka banyak yang bilang tidak perlu divaksin, karena tidak akan pergi kemana-mana. Itu yang mereka pikirkan," ungkap Syaifullah.

Padahal vaksinasi dilakukan untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok dengan capaian target 75 persen dari jumlah penduduk. "Yang ini perlu ada motivasi, maka kalau ada bantuan kita gabungkan dengan kegiatan vaksinasi ," ujarnya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, Zainul Arifin mengapresiasi inovasi Bupati Situbondo dalam rangka meningkatkan capaian vaksinasi lansia itu. "Saya sangat setuju, terobosan bupati itu untuk mendorong capaian herd immunityg. Dan ini perlu didoron, " kata politisi PPP ini.

Terpisah, Bupati Situbondo, Karna Suswandi menegaskan bahwa inisiatif yang melibatkan para ASN dalam capaian vaksinasi itu sebenarnya masih dalam proses pembahasan. "Belum realisasi, karena masih kita godok, " pungkasnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved