Breaking News:

Berita Lamongan

Desa Tertua di Lamongan yang Tertulis di Prasasti Masa Airlangga, Hari ini Replikanya Diabadikan

Prasasti berusia seribu tahun yang ditemukan di desa itu juga dikenal dengan Prasasti Cane yang kini tersimpan di Museum Nasional Jakarta

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Hanif Mashuri
Peringati 1000 tahun Desa Candisari dan penandatanganan replika prasasarti Garudamukha oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi di bumi perkemahan Candisari, Rabu (27/11/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Ada yang istimewa dengan salah satu desa di Lamongan. Bahkan tak lepas dari sejarah Raja Airlangga.

Tepat seribu tahun, Desa Candisari di Kecamatan Sambeng, Lamongan, mendapatkan predikat sebagai desa sima swatantra (Desa perdikan atau desa bebas pajak) oleh Raja Airlangga. Bukti penetapan tersebut tertuang dalam Prasasti Cane.

Selain itu, Desa Candisari juga ditetapkan sebagai desa tertua di Lamongan.

Desa yang mendapatkan penetapan sebagai desa sima swatantra itu adalah Cane yang kini masuk dalam wilayah Desa Candisari.

Prasasti berusia seribu tahun yang ditemukan di desa itu juga dikenal dengan Prasasti Cane yang kini tersimpan di Museum Nasional Jakarta dengan kode D25.

"Peristiwa penetapan Desa Cane yang saat ini masuk dalam kawasan Desa Candisari sebagai sima swatantra ini jika dikonversi ke tahun Masehi terjadi pada 27 Oktober 1021 M, tepat 1000 tahun yang lalu," kata pemerhati budaya Lamongan, Supriyo saat berbincang dengan wartawan dalam acara Jambore Garudamukha di bumi perkemahan Candisari, Rabu (27/11/2021).

Diungkapkannya, Prasasti Cane juga dikenal sebagai prasasti pertama Raja Airlangga yang menggunakan simbol Garudamukha sebagai lencana kerajaan. Garudamukha adalah simbol berupa burung garuda yang menjadi kendaraan Dewa Wisnu.

Peristiwa tersebut terjadi tepat 1000 tahun yang lalu, di mana anugerah dari Sri Maharaja Airlangga diberikan untuk menghargai perjuangan dan bakti penduduk Desa Cane kepada Raja Airlangga.

"Saat sang raja dalam kesulitan menghadapi serangan musuhnya," ungkapnya.

Peristiwa penetapan Prasasti Cane ini bisa dimaknai sebagai peristiwa politik, di mana Raja Airlangga menancapkan tugu kekuasaan atas wilayah Cane dan sekitarnya.

"Penetapan status desa sima swatantra untuk Desa Cane ini ditandai dengan upacara Manusuk Sima dan pendirian prasasti batu yang saat ini tersimpan di museum nasional dengan kode D25, " katanya.

Kepala Desa Candisari, Hartono mengatakan, Cane masa kini telah melebur menjadi salah satu dusun di Desa Candisari.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved