Breaking News:

Berita Situbondo

APBD 2022 Alami Defisit Rp 104 Miliar, Bupati Langsung Ketatkan Anggaran di Semua OPD

Menurut Bung Karna, panggilan bupati, potensi defisit anggaran ini diperkirakan terjadi bukan karena berkurangnya Dana Alokasi Umum (DAU

Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/izi hartono
Bupati Situbondo, Karma Suswandi menyampaikan sambutan dalam sidang paripurna di DPRD Situbondo. 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Alokasi Anggaran Belanja Pendapatan Daerah ( APBD) Kabupaten Situbondo tahun 2022 mengalami defisit anggaran sebesar Rp 104 miliar lebih. Susutnya APBD itu diakibatkan keterlambatan dalam pembahasan APBD tahun sebelumnya.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Situbondo, Karna Suswandi saat sidang paripurna tentang rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2022, Rabu (27/10/2021).

Menurut Bung Karna, panggilan bupati, potensi defisit anggaran ini diperkirakan terjadi bukan karena berkurangnya Dana Alokasi Umum (DAU). Melaikan karena Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Situbondo juga dihapus sebagai dampak keterlambatan pembahasan APBD 2021 lalu.

"Ada sangksi (akibat keterlambatan APBD 2021) itu, dan kami bacakan pada paripurna," kata Bung Karna.

Untuk mengatasi adanya defisit anggaran, kata mantan Kadis PUPR Bondowoso ini, pihaknya akan melakukan efisiensi anggaran di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Situbondo. "Jadi untuk memecahkan kekurangan itu, kami akan lakukan efisiensi anggaran di semua OPD," tegasnya.

Dalam sambutan, Bung Karna menyebutkan bahwa potensi pendapatan daerah pada rancangan KUA-PPAS tahun anggaran 2022 mencapai Rp 1.779.281.000.000 (Rp 1,7 triliun) lebih. Pendapatan daerah itu bersumber dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 224 miliar lebih.

Kemudian pajak daerah sebesar Rp 48 miliar lebih, retribusi sebesar Rp 11 miliar lebih, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp 4 miliar lebih, ditambah pendapatan lain yang sah sebesar Rp 160 miliar lebih.

Bung Karna juga menyampaikan DAU yang sebelumnya mencapai Rp 813 miliar lebih, pada anggaran 2022 berkurang sekitar Rp 744 miliar lebih. "Jadi DAU di tahun 2022 hanya sebesar Rp 68 miliar lebih," pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved