Breaking News:

Berita Lumajang

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pantai Selatan Lumajang Ditanami Ribuan Bibit Mangrove

Polres Lumajang bersama BPBD Lumajang dan sejumlah relawan melakukan langkah mitigasi dini.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Polres Lumajang
Anggota Polres Lumajang bersama BPBD Lumajang dan sejumlah relawan saat melakukan penanaman ribuan bibit pohon mangrove dan ratusan pohon cemara di kawasan bibir Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Rabu (27/10/2021). 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Kabupaten Lumajang merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana hidrometeorologi. Ini bisa terjadi akibat cuaca ekstrem.

Bisa juga hujan dengan kapasitas air yang sangat tinggi berakibat tanah longsor dan gelombang tinggi di daerah pesisir.

Salah satu cara mencegah jatuhnya banyak korban jika bencana hidrometeorologi terjadi Polres Lumajang bersama BPBD Lumajang dan sejumlah relawan melakukan langkah mitigasi dini.

Jajaran anggota gabungan itu menanam 1.000 bibit pohon mangrove dan 200 pohon cemara di areal bibir Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Paripurna DPRD Nganjuk Sahkan Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD dari Partai Demokrat

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo penanaman ribuan bibit pohon mangrove dan ratusan pohon cemara bertujuan untuk membuat barrier.

Sehingga jika terjadi tsunami gelombang tinggi dapat tertahan.

"Lumajang punya bentangan 70 kilometer dari Yosowilangun sampai Tempursari. Semua kawasan ini berpotensi gelombang tinggi tsunami mangkannya kami menguatkan masyarakat untuk melakukan mitigasi untuk mengurangi risiko," kata Wawan.

Selain penanaman bibit-bibit pohon, warga sekitar pantai selatan juga mendapat edukasi cara menyelamatkan diri ketika bencana datang.

Para warga diminta lari keluar rumah mencari tempat ketinggian jika merasakan gempa selama 20 detik.

"Gempa kalau sudah melebihi 20 detik segera lari sesuai petunjuk rambu-rambu yang sudah kami pasang di beberapa titik. Pokoknya lari cari tempat ketinggian 20 meter, jangan nunggu peringatan dini," ujarnya.

Perlu diketahui ancaman bencana hidrometeorologi sudah menjadi pembahasan para ahli pasca terjadinya gempa bumi pada April 2021 lalu.

Analisis Pusat Studi Gempa Nasional menyebutkan laut selatan Pulau Jawa berpotensi terjadi gempa bermagnitudo tertinggi 8,7 mengakibatkan gelombang tsunami antara 18 meter sampai 22 meter.

Dengan adanya hutan mangrove ini diharapkam akar-akar pohon dapat mengendapkan lumpur sehingga mencegah terjadinya intrusi air laut.

BACA BERITA LUMAJANG LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved