Breaking News:

Berita Surabaya

Reses Ketua Komisi D DPRD Surabaya di Perak Utara, Warga Pabean Cantian Berharap Ada SMPN Baru 

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah menemui warga saat reses di Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantian.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/nuraini faiq
Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah menemui warga saat reses di Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantian, Rabu (20/10/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah disambut hangat warga Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantian, saat melakukan reses Rabu (20/10/2021) malam.

Politisi perempuan PDIP ini membaur bersama warga.

Tanpa meninggalkan protokol kesehatan (prokes), Khusnul menyatu, berdialog hangat dengan warga. Ning Kaka, sapaan lekat Khusnul Khotimah, menjadi tempat curhat warga akan mendesaknya SMP negeri di Kecamatan Pabean ini. 

Kecamatan Pabean Cantian dengan jumlah penduduknya mencapai 83.865 jiwa lebih itu hanya ada satu SMP negeri, yakni di SMPN 7 di Jalan Tanjung Sadari. Karena sistem Zonasi, banyak warga yang tak tertampung. 

Khusnul yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya ini disambati warga soal fasilitas pendidikan ini. Ada satu SMP negeri dan delapan SMP swasta di kecamatan ini. Tidak ada SMA di sini. 

Selama ini, lputra-putri warga di Kecamatan Pabean Cantian lulusan SD yang ingin masuk sekolah SMP negeri harus keluar wilayah.

Namun prosentasinya sangat kecil karena sekolah menerapkan zonasi. Sehingga mau tidak mau harus masuk SMP swasta.

"Akan menjadi masukan untuk disampaikan kepada Pemkot. Tentu harus melalui proses lebih jauh. Tapi curhat warga akan SMP negeri baru itu masuk akal," kata Ning Kaka, Selasa (26/10/2021).

Yang bikin terharu, Khusnul dikejutkan kehadiran seorang ibu yang menggunakan kursi roda.

Sang ibu tersebut  langsung menghampiri Ning Kaka dan mengucapkan terima kasih, serta memberikan hadiah kepada Ning Kaka.

Ibu tersebut terus menyampaikan ungkapan terima kasih telah dibantu kursi roda sehingga bisa kemana-mana. Dia tak harus merepotkan keluarganya lagi jika ingin beraktivitas.

Masalah lain yang ditanyakan warga, kata Ning Kaka, adalah soal Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Menurutnya, banyak warga yang menunggu bantuan BPNT yang belum cair.

Sebab bantuan tersebut sangat meringankan kebutuhan sehari-hari selama pandemi Covid-19 ini.

Setelah melakukan reses ini, Ning Kaka berjanji akan menyampaikan aspirasi warga tersebut kepada Pemerintah Kota Surabaya, dan menjadikan bahan untuk rapat bersama agar masalah-masalah yang ada bisa segera ditindaklanjuti.

“Petugas kelurahan agar lebih proaktif terhadap urusan sosial yang terjadi di masyarakat. Jangan sampai warga ada yang tidak terdaftar MBR. Padahal mereka sangat layak untuk masuk agar mendapat intervensi dari pemerintah,” katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved