Breaking News:

Berita Kota Kediri

GOR Jayabaya Kota Kediri Dilonggarkan, Tetapi Pengunjung Wajib Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi

Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Drs Nur Muhyar menyampaikan, seluruh pengunjung GOR dipastikan divaksin

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Pengunjung memindai QR Code aplikasi 'PeduliLindungi' yang disiapkan di pintu masuk GOR Jayabaya, Kota Kediri, Selasa (26/10/2021). 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Aplikasi PeduliLindungi mungkin menjadi aplikasi paling banyak dipakai di Indonesia, seiring pelonggaran masuk di tempat-tempat publik di masa pandemi Covid-19. Termasuk untuk masuk ke gelanggang Olah Raga (GOR) Jayabaya Kota Kediri yang sudah dibuka untuk kegiatan olahraga.

Para pengunjung yang akan memasuki GOR, juga diwajibkan melakukan scan QR Code aplikasi PeduliLindungi. Dan memang saat ini berbagai kegiatan olahraga dan kebudayaan telah dilaksanakan di GOR Jayabaya.

Salah satunya Simulasi Pementasan Seni dan Budaya Panji yang diadakan Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Timur beberapa waktu lalu. Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar berpesan agar dengan dibukanya kembali GOR Jayabaya, masyarakat tetap dapat mematuhi protokol kesehatan.

“Beberapa fasilitas umum bertahap telah kami buka termasuk GOR Jayabaya. Masyarakat dapat kembali berolahraga di GOR Jayabaya, sekaligus membantu memulihkan perekonomian pedagang di sekitar GOR Jayabaya. Namun masyarakat harus senantiasa tertib menjalankan 5M,” ujar Mas Abu, sapaan wali kota, Selasa (26/10/2021).

Sementara Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Drs Nur Muhyar menyampaikan, seluruh pengunjung GOR Jayabaya dipastikan sudah divaksin. “Disbudparpora telah membuka kembali GOR Jayabaya dengan catatan seluruh pengunjung telah vaksin. Sudah terpasang juga QR Code PeduliLindungi di pintu utama masuk GOR dan seluruh pengunjung harus scan,” ujar Nur.

Mengenai kapasitas, GOR Jayabaya dibatasi hanya sebanuak 25 persen dari daya tampung kisaran 8.000-10.000 pengunjung. Pada tribun juga telah diberi tanda “X” dengan jarak 2 meter. “Pembatasan pengunjung yang masuk otomatis telah terpantau melalui aplikasi PeduliLindungi,” tambahnya.

Sebelum terbitnya QR Code, Koordinator Pengelola Harian GOR Jayabaya, Dian Adi Wicaksono menyampaikan, para pengunjung akan diminta menunjukkan surat vaksin. “Saat ada pementasan jaranan, selain pakai PeduliLindungi pengunjung juga bisa menunjukkan kartu vaksin,” jelasnya.

Rencananya awal November akan diadakan kegiatan di GOR Jayabaya dan telah ditetapkan teknis protokol kesehatan penonton yang ketat. Mulai dari hanya penonton dengan vaksin lengkap yang boleh masuk, pengukuran suhu sampai memastikan tubuh dalam kondisi sehat.

“Selain itu jumlah penonton akan dibatasi hanya mencapai 10 persen dari kapasitas dan kami mempersiapkan jalur masuk dan keluar yang berbeda bagi penonton,” ungkapnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved