Breaking News:

Berita Surabaya

Respons Perhimpunan Rumah Sakit terkait Turunnya Harga Tes PCR Jadi Rp 300 Ribu

Permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) supaya harga tes virus Covid-19 dengan metode PCR diturunkan mendapat respons dari berbagai kalangan.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
Istimewa/Instagram
Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia Jawa Timur, dr Dodo Anando. 

SURYA.co.id | SURBAYA - Permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) supaya harga tes virus Covid-19 dengan metode PCR diturunkan mendapat respons dari berbagai kalangan.

Satu diantaranya respons dari Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jawa Timur, dr Dodo Anando MPh.

Ia mengaku tahu kabar turunnya harga tes PCR hingga Rp 300 ribu itu baru dari media elektronik.

"Kami masih menunggu edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), apapun itu kami akan ikuti, walaupun pasti itu," ujar dr Dodo Anando kepada SURYA.co.id, Senin (25/10/2021).

"Biasanya sehari langsung keluar (SE dari Kemenkes), ini tadi disampaikan, harapannya sore ini bisa keluar," imbuhnya.

Menurutnya, Rumah Sakit di Jawa Timur harus menerima permintaan dari presiden.

Mengingat penumpang pesawat kini diwajibkan melakukan tes PCR.

"Kemarin kan bisa pakai Peduli Lindungi dan sebagainya. Tapi sekarang pesawat harus pakai PCR," jelasnya.

Saat ditanya apakah mengalami kerugian, dr Dodo untuk saat ini belum mau buka suara dikarenakan masih menunggu SE Kementerian.

"Edaran Menteri kan mesti ada perhitungan-perhitungan tertentu. PERSI Jatim sementara tidak komen dulu, kami nunggu SE Kementerian. Baru nanti bagaimana langkah RS," jelasnya.

Seperti hal yang terjadi sebelumnya, dr Dodo menjelaskan penurunan harga PCR pernah terjadi pada pertengahan bulan Agustus 2021 lalu.

"Seperti kemarin (Pertengahan Bulan Agustus) dari Rp 900 ribu menjadi Rp 495 ribu.

Pagi ada permintaan presiden, sorenya sudah ada edaran menteri," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved