Berita Entertainment

Rachel Vennya Dihantui Hukuman Tambahan Selain Kabur Karantina, Terancam Penjara 2 Bulan dan Denda

Belum tuntas kasus kabur dari karantina, selebgram Rachel Vennya sudah dihantui hukuman tambahan oleh Polda Metro Jaya.

Tribunnews/Jeprima
Rachel Vennya Dihantui Hukuman Tambahan Selain Kabur Karantina, Terancam Penjara 2 Bulan dan Denda 

SURYA.CO.ID - Belum tuntas kasus kabur dari karantina, selebgram Rachel Vennya sudah dihantui hukuman tambahan oleh Polda Metro Jaya.

Hal itu dikarenakan adanya kasus penyalahgunaan nomor polisi yang digunakan Rachel Vennya pada mobil miliknya.

Akibat hal itu, Rachel Vennya terancam hukuman penjara dua bulan dan denda Rp 500 ribu.

Baca juga: Rachel Vennya Bisa Jadi Saksi Dugaan Sindikat di Wisma Atlet, Dokter Tirta: Jasanya Dimanfaatkan

Keterangan tersebut seperti yang disampaikan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yugo melalui tayangan wawancara di kanal YouTube Star Story, Senin (25/10/2021).

Menurut Sambodo, Rachel Vennya hari itu tidak bisa memenuhi panggilan lantaran adanya kegiatan.

Oleh sebab itu, pihaknya akan mengundur pemeriksaan hingga waktu yang ditentukan.

Namun, pemeriksaan hari itu bukanlah berkaitan dengan kasus kaburnya Rachel Vennya dari Wisma Atlet Pademangan.

Ternyata, Rachel Vennya dipanggil sehubungan dengan kendaraan yang digunakan.

"Terkait dengan penggunaan TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor-red) dan STNK yang digunakan pada saat diperiksa di Polda Metro jaya," terang Sambodo, dikutip dari Tribun Wow dalam artikel "Selain Kasus Kabur Karantina, Rachel Vennya Terancam Hukuman Tambahan 2 Bulan Penjara".

Setelah diselidiki, ada ketidaksesuaian data kendaraan yang digunakan oleh Rachel Vennya.

Dari data yang ada di kantor polisi, seharusnya mobil dengan plat nomor berakhiran RFS tersebut berwarna putih.

Oleh karenanya, pihak kepolisian pun mencurigai adanya pelanggaran terkait data kendaraan.

"Di mana data yang ada di kita seharusnya Alphard berwarna putih, tapi pada malam itu yang bersangkutan menggunakan mobil Alphard berwarna hitam," terang Sambodo.

"Kita akan lihat pelanggarannya seperti apa, apakah benar kendaraannya sudah berganti warna, namun belum diubah di STNK-nya, atau memang STNK itu ditempelkan di kendaraan yang lain, tidak sesuai peruntukan."

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved