Breaking News:

Berita Lamongan

Bentrok Simpatisan Silat Coreng Nama Lamongan, Ini Warning Tegas Kapolres kepada Perguruan Silat

Demikian kejadian serupa di Sugio, Ngimbang, dan alun-alun. Miko memastikan bahwa semua sudah ditangani dan sudah ada tersangkanya.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Rapat Forkopimda bersama Ketua Cabang dan Ranting Perguruan Silat dan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Jogo Lamongan Kondusif di aula Pemkab Lamongan, Senin (25/10/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Kenyamanan dan kondusifitas Lamongan mendadak menjadi sorotan setelah Rabu (20/10/2021) lalu, ratusan simpatisan sebuah perguruan silat terlibat bentrok dengan warga usai pengesahan anggota baru di Solokuro. Akibat kejadian di wilayah Kecamatan Karanggeneng itu, tiga orang mengalami luka parah dan membuat reputasi Lamongan bak tercoreng.

Upaya Polres Lamongan untuk melakukan pembinaan, mediasi dan sosialisasi pun sudah sering dilakukan di tahun-tahun sebelumnya agar perguruan silat bisa membangun kedamaian di tengah masyarakat. Tetapi insiden pekan lalu menuntut polisi bersikap tegas.

Senin (25/10/2021), para Ketua Cabang dan Ranting Perguruan Silat pun diundang du aula Pemkab Lamongan. Mereka diajak mengikuti penandatanganan kesepakatan bersama 'Jogo Lamongan Kondusif'.

Pertemuan itu dihadiri Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono dan Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana. Tetapi imbauan, nasihat sampai peringatan tegas dari kapolres menjadi bahasan paling menarik.

Miko menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya memroses perkara di Karanggeneng, namun belasan kasus lainnya yang melibatkan perguruan silat juga ditanganinya. "Kejadian terakhir (insiden Karanggeneng, red) sudah ditangani," katanya.

Demikian kejadian serupa di Sugio, Ngimbang, dan alun-alun. Miko memastikan bahwa semua sudah ditangani dan sudah ada tersangkanya. "Semua yang terlibat kita perlakukan sama. Semua sama dan tidak ada perbedaan. Yang salah, tetap ditindak," Miko menegaskan.

Miko menjelaskan, penanganan insiden yang kerap melibatkan antar anggota perguruan silat perlu melibatkan para ketua perguruan silat. Dan perlu adanya introspeksi untuk semua pengurus perguruan silat.

Ditambahkan Miko, bahwa tidak semua warga masyarakat merupakan anggota perguruan silat. Artinya, jauh lebih banyak yang tidak tergabung. Dan menyikapi insiden yang banyak dilakukan oleh anggota perguruan silat, Miko memastikan bahwa polisi tidak akan membedakan perlakuan.

Ia memperingatkan agar tidak ada yang mencoba menghalangi penanganan perkara pidana yang melibatkan anggota perguruan silat. "Jadi proses hukum tetap berjalan untuk para pelaku. Kami tidak tinggal diam," katanya.

Miko juga sependapat dengan Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono, bahwa insiden yang sering terjadi oleh anggota perguruan silat, banyak dipicu konvoi.

Halaman
123
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved