Breaking News:

Berita Kediri

Wali Kota Kediri Ajak Pelaku Usaha Bangkitkan Ekonomi dengan Patuh Protokol Kesehatan

Sudah hampir 2 tahun masa pandemi Covid-19 telah mengubah segalanya. Termasuk perekonomian di Kota Kediri yang mengalami kelesuan

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Didik Mashudi
Penyerahan bantuan Dekopinda bagi pelaku ekonomi di Kota Kediri yang berlangsung di Balai Kelurahan Setono Pande. 

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | KEDIRI - Sudah hampir 2 tahun masa pandemi Covid-19 telah mengubah segalanya. Termasuk perekonomian di Kota Kediri yang mengalami kelesuan.

Untuk membangkitkan kembali perekonomian para pelaku ekonomi harus selalu patuh terhadap protokol kesehatan (Prokes) agar Kota Kediri tetap terjaga di PPKM level satu.

“Para pelaku ekonomi ini bila tahu pelanggannya tidak melakukan protokol kesehatan harus selalu diingatkan,” ungkap Abdullah Abu Bakar, Wali Kota Kediri saat penyerahan bantuan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kediri Peduli Covid-19 di Gedung Serbaguna Kelurahan Setono Pande, Sabtu (23/10/2021).

Wali Kota Kediri mengajak seluruh pelaku ekonomi di Kota Kediri bersama-sama kembali menumbuhkan perekonomian di Kota kediri. Pastinya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Walikota juga mengajak seluruh warga Kota Kediri untuk ikut bergabung di koperasi. "Bila ingin meminjam uang ke koperasi saja, jangan sampai pinjam di rentenir ataupun pinjaman online," ungkapnya.

Karena simpan pinjamnya dilakukan di koperasi, keuntungannya bisa diputar untuk kesejahteraan semuanya.
Sementara kepada Dekopinda diharapkan bisa terus mengedukasi seluruh pelaku UMKM di Kota Kediri agar tidak pinjam uang ke rentenir atau pinjaman online.

Karena pinjam uang melalui rentenir itu sangat mudah sekali. Sehingga sebuah tantangan bagaimana agar koperasi bisa lebih cepat dari rentenir atau pinjaman online dalam memberikan pinjaman.

Ketua Dekopinda Kota Kediri, Firdaus menjelaskan, Dekopinda merupakan wadah dari seluruh gerakan koperasi berbadan hukum di Kota Kediri.

Karena melihat banyak para penjual yang terdampak jualannya akibat pandemi Covid-19 ini, maka Dekopinda memberikan bantuan dana.

“Harapannya pelaku UMKM yang belum ikut koperasi supaya bisa bergabung di koperasi. Agar mereka tidak menggunakan jasa rentenir lagi dan supaya kehidupannya bisa jauh lebih sejahtera,” jelasnya.

Sementara Ulfa, anggota koperasi RW di Kelurahan Setono Pande, salah satu penerima bantuan mengungkapkan selama pandemi Covid-19 terjadi penurunan pada penghasilannya.

Ulfa yang memiliki usaha warung kopi mengaku awalnya sehari bisa mendapat kurang lebih Rp 200.000 sekarang pendapatannya berkurang sekitar 50 persen.

Penurunan omset jualannya ini karena adanya pembatasan jam malam sehingga sepi pengunjung. Karena warung kopi ramai ketika siang hari saat jam istirahat dan malam hari. Sehingga bantuan yang diterima sangat membantu dan bermanfaat.

Sedangkan bantuan diserahkan kepada 153 orang di Kecamatan Kota. Penerima bantuan ada yang sudah masuk anggota koperasi maupun pelaku usaha yang belum bergabung di koperasi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved