Breaking News:

Berita Lamongan

Selain Berperan untuk Kesejahteraan Masyarakat, Ini Kepanjangan SANTRI Menurut Ketua MUI Lamongan

Bupati Yuhronur juga menyampaikan pesan dari Ketua MUI Lamongan, KH Abdul Aziz Khoiri, agar terus istiqamah sebagai santr

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Bupati Lamongan, H Yuhronur Efendi melakukan wisuda tahfidz Gerakan Lamongan Menghafal yang diikuti oleh 1586 wisudawan dari tingkat SD/MI dan SMP/MTS di acara puncak HSN dan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (24/10/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dan Maulid Nabi Muhammad SAW masih terasa kuat di Kabupaten Lamongan. Bahkan Pemkab Lamongan menggelar berbagai macam kegiatan, mulai workshop one pesantren one product (OPOP) hingga wisuda tahfidz virtual live yang menjadi puncak peringatan di Pendopo Lokatantra, Minggu (24/10/2021).

Selain wisuda para Tahtidz, juga digelar pameran sejumlah produk OPOP di Halaman Pendopo yang diikuti oleh 22 Pondok ""Lewat OPOP dan 20 UMKM di Lamongan. diharapkan akan mampu memberdayakan pesantrenpreneur, santripreneur, sosiopreneur , " ujar Bupati Lamongan, Yuhronur di acara puncak HSN.

Pesantrenpreneur, santripreneur dan sosiopreneur adalah dalam rangka membangun kemandirian ekonomi dengan menciptakan lapangan usaha sendiri di wilayah Lamongan, serta memasarkan produk-produk pesantren pada masyarakat umum. Sehingga produk pesantren mampu bersaing dengan produk-produk industri yang berskala besar.

Menurut Yuhronur, OPOP adalah program Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren melalui pemberdayaan santri (santripreneur), pesantren (pesantrenpreneur), dan alumni pondok pesantren (sosiopreneur).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Yuhronur juga menyampaikan pesan dari Ketua MUI Lamongan, KH Abdul Aziz Khoiri, agar terus istiqamah sebagai santri. "Saya menyampaikan pesan Kiai Aziz, beliau berpesan kepada adik-adik semuanya supaya terus istiqamah sebagai santri, " katanya.

Santri tidak terbatas pada usia, karena pada hakikatnya, santri adalah sikap, adalah sifat untuk terus belajar, untuk terus tawadhu kepada para kiai dan para alim ulama.

Selain itu, Yuhronur juga mengungkapkan akronim dari kata santri menurut Kiai Aziz. Santri berasal dari huruf S yang yang memiliki arti Salamah untuk menjaga keselamatan di dunia dan di akhirat, A berarti Amanah, N artinya Nia'aya (serba bisa dalam segala hal), T yakni Taat kepada Allah dan rasul-Nya, R untuk Rahmatan lil alamin, dan I untuk Istiqomah.

Hari santri menjadi momentum yang sangat kuat untuk terus insan dan bertakwa kepada Allah, agar selalu sukses dalam menjalankan kehidupan di dunia dan di akhirat.

Sementara Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2021 Kabupaten Lamongan, Fauzi menambahkan, rangkaian kegiatan peringatan hari santri dimulai dengan kegiatan workshop OPOP dan diikuti 50 peserta dari santri, pesantren, maupun alumni pondok pesantren yang telah memiliki produk, mulai dari songkok, tas, bordir, ice cream, dan olahan jamur.

Selain workshop, rangkaian peringatan hari santri ini juga diisi dengan kegiatan lomba baca kitab hadits, lomba pidato, lomba mars hari santri, upacara peringatan HSN secara virtual yang juga diikuti di pesantren-pesantren.

Kemudian pameran OPOP, dan acara puncak kegiatan adalah wisuda tahfidz Gerakan Lamongan Menghafal yang diikuti oleh 1586 wisudawan dari tingkat SD/MI dan SMP/MTS secara virtual. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved