Breaking News:

Berita Lamongan

Lamongan Tetap Akan Kebanjiran saat Tunggu Proyek BBWSBS, Ini Antisipasi Meminimalisir Dampak Banjir

emda tetap bekerja keras untuk mengantisipasi serta meminimalisir dampak banjir yang bakal kembali melanda kawasan Bengawan Jero

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Upaya Dinas PU SDA Lamongan melakukan pembersihan enceng gondok yang menyumbat sejumlah anak sungai, Minggu (24/10/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Wilayah Lamongan masih dibayangi ancaman banjir di aliran Sungai Bengawan Solo, terutama di wilayah Bengawan Jero pada musim penghujan tahun ini.

Meski sudah berupaya keras mencari solusi, Pemkab Lamongan belum menemukan skenario terbaik agar banjir tahunan di kawasan itu berhenti selamanya, karena terkait dengan rencana Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). 

Master plan rehabilitasi daerah aliran sungai Bengawan Jero belum terealisasi tahun ini. Sesuai jadwal, pembangunan megaproyek oleh BBWSBS itu bakal dimulai 2022 mendatang.

Artinya memang sejak kepemimpinan beberapa kepala daerah sebelumnya sampai sekarang, belum ada perencanaan khusus mengenai upaya menangkal datangnya banjir di sana.

Kendati begitu, pemda tetap bekerja keras untuk mengantisipasi serta meminimalisir dampak banjir yang bakal kembali melanda kawasan Bengawan Jero. Seperti yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU-SDA) Lamongan hanya melakukan skenario buka tutup pintu bendungan sebagai antisipasi dini.

"Sementara ini kita optimalisasi pembuangan air, untuk master plan sudah ada perencanaan desain dan persiapannya telah digodok. Kami dorong agar proyek itu bisa dimajukan," ungkap Kepala Dinas PU SDA, Muhammad Jufri didampingi Kabid Operasi dan Pemeliharaan , Djadi kepada SURYA, Minggu (24/10/2021).

Djadi mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan untuk membuat skenario percepatan musim panen. "Untuk menghindari gagal panen, maka musim tanamnya dimajukan. Semoga segala persiapan ini bisa berdampak positif jelang musim hujan," ujar Djadi.

Warga juga diminta untuk senantiasa melakukan upaya maksimal dalam menghadapi musibah banjir tahunan. Seperti sejak dini melakukan pembersihan gulma enceng gondok di sejumlah saluran anak sungai.

"Setidaknya bisa mempersiapkan diri. Kami terus melakukan pendampingan, semoga bisa bergotong royong membersihkan aliran sungai dari enceng gondok. Itu kalau bisa dilakukan saya yakin bisa meminimalisir banjir nantinya," tegasnya.

Untuk banjir di kawasan kota, kata Djadi, pihaknya rutin memantau aliran drainase. Upaya meminimalisir genangan di kota sudah dilakukan dengan melakukan normalisasi sejumlah saluran. Termasuk gorong-gorong yang ada dalam kita hingga hilir.

"Mulai kami bersihkan semua tumpukan sampah dan sedimentasi tanah serta tumpukan sampah yang menyumbat di sejumlah saluran air, " terangnya.

Dinas PU SDA bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman sudah melakukan eksekusi pembersihan enceng gondok di sejumlah anak sungai dan pengerukan di sejumlah kanal-kanal, baik yang ada di dalam kota, maupun yang ada di kanan kiri jalan nasional sepanjang aliran jalur pembuangan air.

Termasuk enceng gondok yang memadati anak sungai di Blawi, Deket, Turi dan juga aliran Bengawan Jero. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved