Breaking News:

Berita Bangkalan

Jalan Nasional Madura Dilebarkan pada 2022, Anggota DPR RI Minta Pembiayaan Lebih Banyak dari APBN

Hal itu tentu saja mengubur minat para investor untuk menanamkan modalnya karena laju distribusi barang dan jasa tidak lancar.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Anggota Komisi V Fraksi PKB DPR RI Dapil Jatim XI Madura, H Syafiudin memastikan pelebaran jalan nasional penghubung Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep telah terprogram di tahun 2022. 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Angin segar terkait upaya percepatan pembangunan ekonomi di Pulau Madura berhembus kencang dari Ponpes Nurul Kholil, Kelurahan Demangan, Kota Bangkalan, Minggu (24/10/2021).

Itu setelah anggota Komisi V Fraksi PKB DPR RI, H Syafiudin memastikan pelebaran jalan nasional penghubung Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep telah terprogram di tahun 2022.

H Syafi hadir sebagai narasumber dalam seminar bertajuk ‘Gus Muhaimin Panglima Santri Menyapa’. Turut mengisi sebagai narasumber adalah Dr Safi’, SH, HM, Ustad Abrori Dhofir, serta dua narasumber dari Fraksi PKB; yaitu KH Hasyim Asy'ari Zubair dan KH Achmad Zubair. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2021.

“Alhamdulillah, usulan dan perjuangan pelebaran atau peningkatan infrastruktur jalan nasional di Madura ada titik terang. Pengerjaannya akan dilakukan dengan sistem tahun jamak (multiyears). Syukurlah telah diprogram di tahun 2022,” ungkap H Syafi mengawali kalimatnya.

Ia tidak mengklaim sukses memperjuangkan pelebaran jalan nasional secara personal. Namun juga atas doa dan dukungan para santri dari seluruh ponpes di Madura.

“Peningkatan infrastruktur jalan nasional di Madura adalah kunci pemerataan pembangunan akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di empat kabupaten,” jelas Ketua DPC PKB Kabupaten Bangkalan itu.

Selama ini, lanjutnya, volume kendaraan dengan infrastruktur jalan yang ada belum memadai. Hal itu tentu saja mengubur minat para investor untuk menanamkan modalnya karena laju distribusi barang dan jasa tidak lancar.

“Kondisi jalan nasional Madura sudah tidak memadai karena peningkatan volume kendaraan naik secara signifikan dan tidak berbanding lurus dengan peningkatan atau pelebaran jalan,” ujarnya.

Sebelumnya, H Syafi beberapa kali berteriak lantang dalam sejumlah kesempatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian PUPR. Terakhir, usulan terkait pelebaran jalan nasional di Madura dilontarkan H Syafi pada 9 Juni 2021.

“Paket pembiayaan proyek tersebut dibiayai dari SBSN (Suku Bunga Syariah Negara), oleh karena itu saya akan mengawal serius proyek pelebaran jalan nasional di Madura hingga tuntas,” tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved