Breaking News:

HIPMI Diminta Aktif Berkontribusi di Sektor Parekraf dan Maritim

Pendidikan dan Pelatihan Daerah (DIklatda) III BPD Hipmi Jatim yang diselenggarakan secara virtual dengan tema “Jatim Bangkit dan Beraksi”.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto: HIPMI
Wagub Jatim Emil Dardak (kiri) dalam acara Pendidikan dan Pelatihan Daerah (DIklatda) III BPD Hipmi Jatim diselenggarakan secara virtual dengan tema “Jatim Bangkit dan Beraksi” pada Sabtu (23/10/2021).   

SURYA.co.id | SURABAYA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengajak pelaku usaha muda tergabung dalam organisasi Himpunan Pengusaha Musa Indonesia (HIPMI) untuk terus berkontribusi dalam peningkatan ekonomi nasional, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Hal itu diungkapkan Sandiaga saat menjadi salah satu keynote speaker dalam acara Pendidikan dan Pelatihan Daerah (DIklatda) III BPD Hipmi Jatim yang diselenggarakan secara virtual dengan tema “Jatim Bangkit dan Beraksi” pada Sabtu (23/10/2021).  

“Kami terus mendorong meningkatkan SDM, terutama pengusaha muda," ujar Sandiaga.

Karena HIPMI ada di garda terdepan. HIPMI adalah organisasi yang selalu mampu menelurkan ide kreatif, ide yang luar biasa untuk bisa menyerap banyak tenaga kerja dan membuka peluang usaha seluas-luasnya.

"Generasi melek teknologi juga dimulai oleh HIPMI dan saya juga dibesarkan di HIPMI. Generasi muda disini menjadi agen perubahan. HIPMI adalah agent of change,” beber Sandiaga.

Keinginan tersebut bukan tanpa alasan karena data Badan Pusat Statistik menunjukkan tiga subsektor ekonomi yang paling banyak berkontribusi terhadap ekonomi Indonesia adalah kuliner sebesar 41,5 persen, fashion 17,7 persen, dan kriya 15 persen.

“UMKM dan kewirausahaan mampu menjadi tulang punggung Indonesia, mampu menjadi gerbang pemulihan ekonomi nasional untuk mencapai Indonesia Emas di 2045,” ungkap Sandiaga.

Kontribusi UMKM sangat tinggi bahkan kontribusinya terhadap PDB Indonesia ditengah pandemi justru meningkat. Untuk itu, pemerintah telah menargetkan kontribusinya di tahun 2024 naik menjadi 65 persen dari 60 persen di masa pandemi.

Pada tahun ini, UMKM juga ditetapkan sebagai International Year of Credit Economy for Sustainable Development yang diinisiasi Indonesia. 

Dan ini sudah diakui oleh PBB dan negara di dunia dalam mendukung inisiatif Indonesia dengan menghadirkan ekonomi kreatif yang memberdayakan dengan konsep no one left behind (tidak ada yang boleh tertinggal).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved