Jumat, 24 April 2026

Berita Tuban

Sosok Pembuat Logo Hari Santri Nasional 2021, Alumni Ponpes Langitan Tuban

Pria yang mengenyam pendidikan di pesantren selama delapan tahun itu, menceritakan awal dirinya mendesain logo hari santri.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/m sudarsono
M Shofa Ulul Azmi (29), alumni santri Langitan Tuban saat menunjukkan karyanya logo hari santri nasional 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Logo hari santri nasional (HSN) 2021 yang telah dilaunching Kementerian Agama (Kemenag), ternyata karya santri Langitan, Kabupaten Tuban.

Pembuatnya adalah M Shofa Ulul Azmi (29), asal Pati, Jawa Tengah.

Pria yang mengenyam pendidikan di pesantren selama delapan tahun itu, menceritakan awal dirinya mendesain logo hari santri.

Awalnya ia dan Hilal (temannya, red) dari pesantren Krapyak Yogyakarta, dihubungi perwakilan dari Kemenag pusat, tepatnya Jumat (12/9/2021), pukul 19.00 WIB.

Namun, Hilal tidak bisa mengerjakan logo hari santri, sehingga ia yang mengeksekusi pembuatan logo tersebut.

"Begitu Kang Hilal tidak bisa, akhirnya saya yang mengerjakan logonya," katanya kepada wartawan, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Suasana Taman Flora Bratang Kota Surabaya yang Kembali Dibuka di Masa PPKM Level 1

Ia menjelaskan, setelah mempelajari brief dan temanya, pukul 22.00 WIB sudah dapat konsep mentahnya dan pada pukul 02.00 dini hari presentasi logo sudah siap.

Bak Bandung Bondowoso, karena permintaan dari Menteri Agama agar pagi hari logonya sudah bisa dipaparkan.

Pria yang sekarang menetap di Cebolek, Margoyoso, Pati, mengaku sudah kedua kalinya mendapatkan tugas dalam pembuatan logo hari santri.

Ia sangat termotivasi sekali agar karyanya bisa menghiasi ruang publik.

Setidaknya, ini untuk persembahkan teman-teman santri, para Masyayikh dan teman-teman seperjuangan di Ponpes Langitan.

"Dulu saya belajar desain dari Langitan Tuban, tahun 2020 kebetulan dari 3 desain yang kami kirimkan, karya Kang Hilal yang terpilih, dan alhamdulillah tahun ini karya saya yang terpilih," ungkap Shofa yang tinggal di Ponpes Langitan mulai tahun 2004-2012.

Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Sahid, merasa bangga dan senang sekali ada santri dari Tuban yang karyanya dipakai dan digunakan orang se-Indonesia.

Ia berharap agar ada santri-santri yang lain, khususnya di Kabupaten Tuban untuk terus berkarya.

"Kita patut bersyukur dan berbangga hati, ada karya anak bangsa dari pesantren Langitan yang karyanya di gunakan orang se-Indonesia," ujarnya usai mengikuti upacara hari santri secara virtual.

BACA BERITA TUBAN LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved