Breaking News:

Berita Surabaya

Petugas Bongkar Paksa Pagupon di Makam Kapas Krampung Surabaya, Diduga Sebagai Arena Judi Merpati

Puluhan personel membongkar paksa pagupon-pagupon di kawasan Makam Kapas Krampung, Jalan Rangkah Surabaya.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Petugas gabungan Kecamatan Tambaksari, Surabaya, membongkar paksa pagupon di kawasan Makam Kapas Krampung, Jumat (22/10/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Banyaknya laporan masyarakat yang resah terhadap aktifitas adu cepat merpati di kawasan Makam Kapas Krampung, Jalan Rangkah Surabaya (Makam Rangkah), direspons petugas gabungan kecamatan Tambaksari, Surabaya.

Jumat (22/10/2021) pagi, petugas menerjunkan puluhan personel untuk membongkar paksa pagupon-pagupon di lokasi tersebut.

"Kami melakukan upaya penertiban karena memang banyak mendapat laporan masyarakat. Di sana kami temukan ada sekitar lima pagupon yang terpaksa kami robohkan dan hancurkan agar tidak dapat digunakan kembali oleh oknum masyarakat," kata Camat Tambaksari, Ridwan Mubarun, Jumat (22/10/2021).

Berbekal mesin gergaji pemotong kayu, petugas lalu menghancurkan pagupon tersebut sebelum akhirnya disita dan diamankan ke kantor Satpol PP Kota Surabaya.

Sekitar hampir satu jam, empat pagupon di kawasan Makam Kapas Krampung itu berhasil di bongkar paksa.

Petugas kemudian tidak berhenti di lokasi tersebut. Setelah dari area makam, petugas kemudian berlanjut menuju sebuah kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Karanggayam Surabaya.

Di sana, petugas juga mensinyalir ada praktik perjudian adu cepat merpati.

Hasilnya, empat pagupon menjadi sasaran pembongkaran paksa petugas.

Kapolsek Tambaksari, Kompol M Akhyar menyebut, pembongkaran pagupon itu terpaksa dilakukan sebagai upaya membuat efek jera oknum masyarakat yang masih melakukan dugaan perjudian.

"Ini kami lakukan agar masyarakat tidak lagi mengadakan lomba adu cepat burung merpati. Kami akan terus memelototi tempat-tempat yang disinyalir sebagai lokasi adu cepat merpati di kawasan Tambaksari," terang Akhyar.

Selain antisipasi perjudian, petugas juga mengantisipasi adanya kerumunan yang ditimbulkan dalam aktifitas adu cepat merpati itu.

"Di tengah pandemi sebaiknya tetap melaksanakan protokol kesehatan. Kalau ada adu merpati ini, sesuai laporan pasti banyak kerumunan. Ini yang kami juga antisipasi," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved