Breaking News:

Berita Gresik

Kelangkaan Solar Hambat Nelayan Gresik Mencari Nafkah, Beli di SPBU Harus Bawa Surat dari Desa

solar eceran yang biasanya dijual di kampung sudah sulit ditemui, dan harganya juga naik. Harga solar di kampung dijual Rp 6.000 per liter

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochamad sugiyono
Puluhan perahu nelayan bersandar di dermaga Pantai Lumpur, Kecamatan Gresik, Jumat (22/10/2021). Belakangan kelangkaan solar membuat nelayan tidak bisa melaut. 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Para nelayan di Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik belakangan mulai mengeluhkan kelangkaan BBM jenis solar yang membuat mereka kesulitan menangkap ikan.

Karena perahu nelayan pun memakai mesin dengan bahan bakar solar, sedangkan untuk membeli solar ke SPBU dibatasi dan harus membawa surat dari desa/Keklurahan setempat.

Tidak hanya itu, solar eceran yang biasanya dijual di kampung sudah sulit ditemui, dan harganya juga naik. Harga solar di kampung dijual Rp 6.000 per liter, padahal di SPBU hanya Rp 5.150 perliter.

"Kalau beli di SPBU dibatasi maksimal 5 liter dan harus bawa surat dari desa. Padahal, kebutuhan solar para nelayan ini bisa mencapai 10-15 liter untuk pulang pergi," kata Ketua Kelompok Nelayan Kelurahan Lumpur, Rosyidin, Jumat (22/10/2021).

Lebih lanjut Rosyidin mengatakan, untuk menyiasati kebutuhan BBM, para nelayan terpaksa tidak bisa melaut terlalu jauh. Karena kalau melaut terlalu jauh mereka khawatir kehabisan solar dan tidak bisa kembali ke darat. "Terpaksa menjaring ikan di jarak yang tidak jauh. Biasanya sampai ke Madura, sekarang cukup di Mengare dan Sidayu," imbuhnya.

Keluhan juga disampaikan nelayan lain, Ismail (53), warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik. Ismail mengatakan, para nelayan di wilayah Kota Gresik sangat kesulitan mendapatkan solar. Sebab tidak ada SPBU yang menjual solar di wilayah pantai di Kota Gresik.

"Kalau bisa, sebaiknya Pemkab Gresik membangun SPBU khusus untuk nelayan. Sehingga, para nelayan tidak kesulitan BBM jenis solar," kata Ismail.

Sementara Musa, anggota DPRD Kabupaten Gresik mengatakan, kelangkaan BBM jenis solar harus diperhatikan oleh pemda dan Pertamina. Sehingga jangan sampai ada kelangkaan BBM jenis solar di masyarakat. Sebab BBM menjadi kebutuhan utama bagi nelayan untuk bekerja menangkap ikan.

"Pemda dan Pertamina harus mengawal distribusi BBM jenis solar. Sebab sekarang ini banyak mobil-mobil berbahan baku solar. Jangan sampai solar ini dimanfaatkan orang-orang kaya yang memiliki mobil besar berbahan baku solar," kata anggota Fraksi Nasdem itu. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved