Breaking News:

Berita Surabaya

PDIP Surabaya dan Cak Eri Larut dalam Lantunan Salawat Saat Peringatan Hari Santri Nasional 2021

Puluhan kader dan pengurus DPC PDIP Surabaya larut dalam lantunan salawat saat memperingati Hari Santri Nasional 2021

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Nuraini Faiq
Puluhan kader dan simpatisan PDIP saat menggelar diskusi sambil bersalawat dalam memperingati Hari Santri Nasional 2021 di Kantor DPC PDIP Surabaya, Rabu (20/10/2021) malam. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Puluhan kader dan pengurus DPC PDIP Surabaya larut dalam lantunan salawat saat memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober, Rabu (20/10/2021) tadi malam.

Para kader PDIP juga banyak yang hapal melantunkan Mars Santri dan Hubbul Wathon. Salawat dan lantunan khas santri itu pun bergema di Kantor PDIP Surabaya. Kelompok hadrah menambah semaraknya peringatan Hari Santri di kantor partai tersebut.

Peringatan Hari Santri di PDIP Surabaya itu juga diikuti Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi secara virtual. Eri adalah wali kota yang diusung PDIP dan dikenal dari keluarga santri.

PDIP ikut bahagia di Hari Santri ini. Partai ini pun melengkapi hari bersejarah bagi seluruh santri nusantara itu dengan menggelar diskusi virtual. Yakni peran santri dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi rakyat.

Selain Ketua PC NU Kota Surabaya Muhibbin Zuhri, akademisi Unair Listyono Santoso juga ikut hadir dalam acara tersebut. Selain itu, ada puluhan kader dan pengurus PDIP Surabaya yang hadir di tempat dan ratusan peserta yang hadir secara daring.

Diskusi dipandu Abdul Ghoni Mukhlas Niam, alumnus Univeritas Islam Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan PMII.

Abdul Ghoni juga tercatat sebagai Wakil Ketua DPC PDIP Kota Surabaya dan anggota DPRD dari Fraksi PDIP.

Ketua DPRD yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono menyebutkan bahwa Hari Santri tahun ini jatuh ketika situasi pandemi Covid-19 sudah semakin membaik.

Adi mendorong sinergitas antara PDIP dengan santri. Sebab, kader banteng dan santri memiliki ideologi sama. Santri mewarisi karakter pejuang.

“Dan, PDI Perjuangan merupakan wadah perjuangan rakyat. Banyak anggota dan kader PDIP juga santri,” tutur Adi.

Sementara, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyebut perjuangan santri tidak bisa dilupakan dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

"Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, yang menggerakkan perjuangan kaum santri dalam membela kemerdekaan Indonesia,” kata Cak Eri.

Para ulama bersama barisan santri se-Jawa dan Madura berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

“Ini sama persis, seiring sejalan, dengan ideologi PDIP. Selaras dengan kaum nasionalis yang berjuang mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia,” paparnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved