Breaking News:

Berita Sumenep

Ketua FPI Akan Pimpin Aksi ke Pemkab Sumenep, Tolak Pemaksaan Vaksinasi Covid-19 ke Masyarakat

Apalagi vaksinasi dilakukan secara paksa dan ada penyekatan oleh pihak kepolisian di setiap titik jalan yang dilintasi.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Deddy Humana
surya/ali syahbana
Cuplikan video KH. Jurjiz Muzammil bersama jamaahnya yang akan melakukan aksi unjuk rasa ke Bupati Sumenep soal vaksinasi yang dinilai memaksa masyarakat. 

SURYA.CO.ID, SUMENEP - Aksi turun ke jalan untuk menolak pemaksaan vaksinasi kepada masyarakat, akan dilakukan ulama setempat, KH Jurjiz Muzammil dan jamaahnya, Jumat (22/10/2021) ini. KH Jurjiz yang juga pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Sumenep itu, mengatakan bahwa aksi ini dilakukan karena
vaksinasi Covid-19 meresahkan masyarakat ujung timur Madura itu.

Apalagi vaksinasi dilakukan secara paksa dan ada penyekatan oleh pihak kepolisian di setiap titik jalan yang dilintasi. Jamaah akbar KH Jurjiz Muzammil di setiap kecamatan dipastikan akan turun jalan dan mendatangi kantor Bupati Sumenep di Jalan Raya Dr Cipto Kota Sumenep.

"Masyarakat sudah siap, di setiap kecamatan ada perwakilan-perwakilan. Tidak tahu jumlahnya berapa. Kalau setiap Kecamatan satu mobil pikap," kata KH Jurjiz Muzammil, Kamis (21/10/2021).

Pimpinan FPI Sumenep ini mnyatakan, bahwa pada intinya hasil dari aksi ini tergantung Bupati Sumenep. "Kalau bupati punya iktikad baik bagi masyarakat, cinta pada masyarakat, maka silakan bikin surat pernyataan seperti Bupati Pamekasan. Yakni tidak ada penyekatan dan pemaksaan vaksinasi Covid-19, hanya itu saja," tegasnya.

Kalau desakan itu dipenuhi, kata KH Jurjiz, pihaknya memastikan sudah selesai dan tidak akan terjadi unjuk rasa. "Kalau bupati tidak membuat surat itu, berarti bupati menginginkan unjuk rasa itu terjadi," tambahnya.

Saat dikonfirmasi soal rencana aksi FPI itu, Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu rencana pengamanan (renpam). "Masih dibuat renpamnya," singkat Widiarti Sutioningtyas melalui pesan WhatsAppnya.

Sebelumnya rencana aksi para jamaah itu sudah diketahui dari dua rekaman video yang beredar di media sosial, Rabu (20/10/2021) lalu. Dalam video itu, KH Jurjiz Muzammil bersama para jamaahnya berjanji akan turun jalan melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Sumenep.

"Kami umat Islam dari daerah Manding siap berangkat hari Kamis atau Jumat, tergantung keputusan," kata KH Jurjiz Muzammil dengan berpakaian jubah putih di depan para jamaahnya, dalam rekaman video itu.

Unjuk rasa besar-besaran umat Islam itu, katanya, mendesak orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep (bupati) untuk mengeluarkan surat pernyataan tidak akan memaksa warga soal vaksinasi Covid-19.

"Bukan tidak setuju dengan vaksin, kami setuju dan bahkan kami siap mendorong masyarakat yang tidak ada efek samping dan bagi yang mau. Syaratnya tidak ada pemaksaan, karena ini hak asasi manusia," kata KH Jurjiz Muzammil dalam video pertama di wilayah Kecamatan Ganding Sumenep.

Namun ia tidak setuju dengan adanya penyekatan di setiap jalan untuk memaksa warga disuntik vaksin Covid-19. "Karena itu meresahkan masyarakat dan bahkan para pedagang banyak yang ketakutan. Sehingga banyak yang rugi di pasar-pasar," tegasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved