Breaking News:

Berita Surabaya

Antisipasi Musim Hujan, Pembangunan Pintu Air Petekan Surabaya Hampir Rampung

Memasuki musim hujan, pintu air di Rumah Pompa Petekan, Semampir, Kota Surabaya, hampir rampung.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Pintu Air Rumah Pompa Petekan, Semampir, Surabaya, Kamis (21/10/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Memasuki musim hujan, pintu air di Rumah Pompa Petekan, Semampir, Kota Surabaya, hampir rampung. Keberadaan bangunan itu akan digunakan sebagai salah satu usaha pengendalian dan mengatasi permasalahan banjir.

Kepala Bidang Pematusan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Eko Yuli Prasetya mengatakan, untuk pembangunannya sendiri kontraknya selesai pada tahun ini.

"Pengerjaan lanjutan untuk memasang pintu 12 meteran sama rumah motor yang di atas. Secara fungsi sudah bisa semua, artinya pompanya itu ada 4 unit, 2 unit 5 kubik, 2 unit 3 kubik sama pintunya itu 7 meter dan pintu 12 meter 2 unit," ungkapnya, Kamis (21/10/2021).

Eko menambahkan, meski sudah berfungsi namun kalau dilihat dari fisik bangunannya kelihatan belum selesai.

Lebih lanjut ia memaparkan, kehadirannya untuk tahun ini hanya sekedar memfungsikan pengendalian banjir, bukan dari segi estetikanya.

"Untuk pengendalian banjir, untuk salah satu usaha mengatasi banjir. Tinggi pintu Ada 3, lebar 7 meter 1 unit, lebar 12 meter 2 unit," paparnya.

"Konsep awal untuk Rumah Pompa Petekan ini untuk heritage dipadukan dengan konsep kawasan wisata, tapi untuk k edepan bisa minta bantuan CSR ke Pelindo atau pihak manapun yang bisa finishing, agar konsepnya segera terealisasi," imbuhnya.

Mengingat Pemkot Surabaya sementara berencana ke konsep heritage dan masih belum terlaksana lantaran mengejar fungsi pengendalian banjirnya. Ke depan, pihaknya akan mengerjakan secara bertahap.

"Dalam arti pengendalian banjir sudah kami selesaikan. Tapi finishing untuk tempat wisata masih belum. Kalau wisata itu bangunanya harus bagus. Karena belum mengarah ke sana karena keterbatasan anggaran juga. Tapi yang penting mengfusikan pengendalian banjir," ungkapnya.

Eko menjelaskan, proyek yang menghabiskan anggaran senilai Rp 4 miliar tersebut dikerjakan sejak tahun 2018 hingga 2021.

Dirinya juga berpesan, tidak hanya Rumah Pompa Petekan saja yang mengalami kendala. Rumah pompa seluruh surabaya itu juga memiliki masalah dalam sampah.

"Anda bisa lihat sampah menyangkut di sana dan banyak. Jadi kinerja pompanya terhambat. Saya minta kepada masyarakat jangan buang sampah sembarangan di sungai," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved