Berita Kampus Surabaya

Mahasiswa Unair Buatkan Sumur Bor Tenaga Surya Warga Desa Ko’ol Bangkalan untuk Aliri Pertanian

JIMM FST Unair menginisiasi membuat sumur bor yang dilengkapi dengan pompa submersible dengan kedalaman sekitar 70-80 meter.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
Foto: dok pribadi
Sejumlah mahasiswa tergabung dalam Organisasi Jamaah Intelektual Mahasiswa Muslim (JIMM) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) saat berada  Desa Ko’ol, Kecamatan Klampis, Kab. Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (20/10/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejumlah mahasiswa tergabung dalam Organisasi Jamaah Intelektual Mahasiswa Muslim (JIMM) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) mengimplementasikan panel surya.

Panel surya tersebut diwujudkan dalam pembuatan sumur bor bertenaga surya di Desa Ko’ol, Kecamatan Klampis, Kab. Bangkalan, Jawa Timur.

Hal ini sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan warga setempat karena Desa Ko'ol termasuk daerah kesulitan air bersih, terutama untuk  pertanian. 

JIMM FST Unair menginisiasi membuat sumur bor yang dilengkapi dengan pompa submersible dengan kedalaman sekitar 70-80 meter.

Selain itu, tim ini juga mengusung konsep edutourism dalam bentuk desa wisata taman bunga dan hidroponik.

“Dari sini UMKM di Desa Ko’ol sedikit demi sedikit ekonominya terangkat sehingga nantinya diharapkan tercipta masyarakat yang sejahtera,” ujar Ketua Tim, Wahyu Addin Pratama kepada SURYA.co.id, Rabu (20/10/2021).

Sementara untuk meminimalisas emisi karbon yang terjadi, tim ini mengajak warga bersama-sama memanfaatkan tangkapan panel surya.

“Kondisi alam di Desa Ko'ol memiliki cahaya matahari yang sangat terik, jadi ya penggunaan panel surya skala rumah tangga bisa optimal untuk menghasilkan listrik selama matahari ada," jelasnya.

"Selain itu bisa mencegah pemanasan global, bencana hidroklimatologi dan lain sebagainya,” tambahnya.

Pada proses mematangkan perencanaan, pertama tim mulai memasang panel surya pada bracket (kerangka panel). 

Kedua menghubungkannya ke controller, aki dan inverter (pengubah arus DC ke AC) hingga arus listrik siap digunakan untuk menghidupkan pompa air. 

Ketiga, air yang keluar dari tanah otomatis tertampung dalam tandon sehingga bisa dibuat untuk mengairi sawah maupun menyirami tanaman hidroponik.

Menurut Addin, Desa Ko’ol bisa menjadi pionir dan rujukan dalam perwujudan desa mandiri energi dengan menggunakan strategi keberlanjutan program.

Yakni mensosialisasikan tahapan serta mekanisme kerja kepada warga setempat, khususnya anggota karang taruna.

Sebagai informasi, gagasan dari tim JIMM yang dilandasi upaya memulai sumber energi terbarukan ramah lingkungan ini telah mengantarkannya lolos funding sebesar Rp 49,5 juta dalam ajang Program Pengembangan Pemberdayaan Desa (P3D) 2021.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved