Breaking News:

Berita Jember

Kuasa Hukum Terdakwa RH Berharap JPU Independen dan Objektif, Tuntutan Sesuai Fakta Persidangan

"Saya yakin JPU akan independen dan objektif melihat fakta-fakta yang muncul di persidangan," kata Freddy Andreas Caesar, kuasa hukum RH.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Anas Miftakhudin
Istimewa
Freddy Andreas Caesar SH, kuasa hukum RH. 

SURYA.CO.ID I JEMBER - Kuasa hukum terdakwa RH berharap pada JPU (Jaksa Penuntut Umum) agar objektif dalam menuntut kliennya. Jangan menuntut hanya berdasarkan ketakutan akan tekanan-tekanan atau opini yang diciptakan tanpa dasar.

Tuntutan wajib didasarkan pada fakta-fakta yang muncul dalam persidangan.

RH didakwa melanggar Pasal 82 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 45 tentang Penghapusan KDRT. Itu mencuat setelah dilaporkan oleh Sekar (nama samaran) dan ibunya. Kasus ini tengah diadili di Pengadilan Negeri (PN) Jember.

Pengadilan sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi, ahli dan terdakwa. Agenda sidang berikutnya adalah pembacaan tuntutan.

"Saya yakin JPU akan independen dan objektif melihat fakta-fakta yang muncul di persidangan," kata Freddy Andreas Caesar, kuasa hukum RH.

Dia menegaskan, hukum di negara ini menganut azas praduga tak bersalah.

Namun dalam kasus RH ini, sejak di penyidikan kepolisian, dari pemberitaan- pemberitaan di media, banyak pihak secara sengaja membangun opini publik dan memberikan stigma seakan–akan RH sudah terbukti bersalah secara hukum.

Tujuannya untuk menekan aparat penegak hukum.

Menurutnya, dalam menegakkan hukum sudah seharusnya memegang teguh prinsip objektifitas

"Jika fakta yang tersaji di persidangan kurang cukup bukti, unsur-unsurnya lemah, ya jangan dipaksakan dituntut berat," terangnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved