Breaking News:

Berita Mojokerto

Ning Ita Sebut Status Kota Mojokerto Menjadi PPKM Level 1 sesuai Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan status Kota Mojokerto terkini turun  dari PPKM  level 3 menjadi PPKM level 1.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Parmin
surya.co.id/mohammad romadoni
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari usai kegiatan di rumah dinas Sabha Kridatama, Selasa (19/10/2021). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan status Kota Mojokerto terkini turun  dari PPKM  level 3 menjadi PPKM level 1.

Penurunan status PPKM level 1 di Kota onde-onde ini telah sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM level 1-4 di wilayah Jawa-Bali.

Ning Ita sapaan Walikota Mojokerto mengatakan pihaknya mengapresiasi seluruh jajaran Satgas Covid-19 dan masyarakat berkat dukungan serta keras mereka status Kota Mojokerto dapat turun menjadi PPKM level 1.

"Kota Mojokerto turun status PPKM level 1 artinya kegiatan-kegiatan diberbagai sektor sudah lebih longgar dibandingkan dengan sebelumnya," ungkapnya di rumah dinas
Sabha Kridatama, Selasa (19/10/2021).

Menurut dia, capaian PPKM level 1 yang berlaku mulai hari ini tentu harus dijaga bersama-sama lantaran statusnya bisa meningkat apabila masyarakat abai menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

Ada enam indikator yang menyebabkan Kota Mojokerto turun PPKM level 1 yaitu penurunan kasus baru, rawat inap, kematian pasien Covid-19, pengujian (Testing), ketersediaan Bed Occupancy Ratio (BOR) dan Tracing. Kemudian, tambahan capaian vaksinasi terhadap lansia minimal 60 persen.

"Satu-satunya kunci agar kita tetap bisa bertahan di level 1 adalah pelaksanaan Prokes dimanapun meskipun terjadi pelanggaran diberbagai sektor namun jangan mengabaikan Prokes," jelasnya.

Mengapa Kota Mojokerto sulit mencapai PPKM level 1?

Ning Ita menyebut dalam Imendagri sebelumnya Kota Mojokerto sudah PPKM level 1, namun karena masuk wilayah aglomerasi Surabaya di mana didalamnya ada daerah Bakalan yang belum memenuhi indikator dan statusnya PPKM level 3.

Sehingga, menjadikan Kota Mojokerto dan Surabaya meski saat itu sudah level 1 tetap harus mengikuti sesuai wilayah aglomerasi tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved