Breaking News:

Berita Madiun

Ada PNS Dilaporkan Oleh Istri Sirinya ke BKD, Sekdakab Madiun Siap Jatuhkan Sanksi

sekda akan memanggil oknum pejabat tersebut untuk dimintai keterangan walaupun hingga kini ia mengaku belum mengetahui

istimewa
VE (37), seorang perempuan yang mengaku sebagai istri siri seorang pejabat Pemkab Madiun melapor ke Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Madiun, Selasa (19/10/2021). 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Tidak hanya di Situbondo dan Pamekasan, dugaan penelantaran istri kedua atau istri muda juga terkuak karena pihak korban satu per satu mulai berani melapor. Itu pula yang dilakukan VE (37), yang melapor ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Madiun karena mengaku ditelantarkan suaminya, seorang oknum pejabat pemda.

VE datang ke BKD sendirian dan mengaku sebagai istri siri dari pejabat di pemda. VE melaporkan suaminya ke BKD karena kasus penelantarkan usai mereka menikah siri.

Di kantor BKD Kabupaten Madiun, VE telah membawa berbagai bukti pernikahan sirinya dengan oknum pejabat tersebut. Ia telah membawa bukti-bukti berupa surat nikah siri, VCD berisi video dan foto pernikahan siri keduanya pada Agustus 2021 lalu.

Dalam laporannya VE meminta oknum pejabat tersebut bertanggungjawab menikahinya secara sah. Namun semenjak akhir Agustus 2021, oknum pejabat itu justru menghilang dan tidak bisa dihubungi, bahkan nomer kontak VE diblokir.

Pelaporan itu dibenarkan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Madiun, Tontro Pahlawanto. Tontro juga menambahkan bahwa pelaporan tersebut saat ini sudah ditangani Inspektorat.

"Inspektorat nanti akan memberikan pedoman kepada pengambil keputusan terkait sanksi yang akan diberikan (kepada oknum ASN)," ujar Tontro, Selasa (19/10/2021).

Sesuai aturan, seorang pejabat dilarang menikah siri bila tidak mendapatkan izin dari atasan. Kalau ada PNS melanggar, sekda yang menjadi pembina kepegawaian di lingkungan Pemkab Madiun akan menentukan sanksi yang diberikan.

Namun sebelumnya, sekda akan memanggil oknum pejabat tersebut untuk dimintai keterangan walaupun hingga kini ia mengaku belum mengetahui siapa oknum pejabat itu. "Saya kurang tahu pasti karena saya belum terima laporan," jelas Tontro.

Sementara Inspektur Pemkab Madiun, Agus Budi Wahyono mengatakan sudah memproses aduan dari perempuan berinisial VE tersebut. Saat ini tim inspektorat masih mengembangkan laporan tersebut untuk mengumpulkan klarifikasi serta data pendukung. "Nanti kalau sudah saatnya kita sampaikan hasilnya," kata Agus. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved