Tingkatkan Pelayanan, RSUD Bangil Resmikan Klinik Intervensi Nyeri

Direktur RSUD Bangil, dr Arma Roosalina mengatakan, dalam Klinik Intervensi Nyeri terdapat tiga dokter spesialis ortopedi.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Rahadian Bagus
surya.co.id/galih
RSUD Bangil melengkapi rumah sakit dengan Klinik Intervensi Nyeri 

SURYA.co.id|PASURUAN - RSUD Bangil terus berkomitmen meningkatkan pelayanan untuk masyarakat.

Kini, RSUD Bangil melengkapi rumah sakit dengan Klinik Intervensi Nyeri.

Klinik tersebut diresmikan Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron (Gus Mujib) Senin (18/10/2021) siang.

Direktur RSUD Bangil, dr Arma Roosalina mengatakan, dalam klinik ini terdapat tiga dokter spesialis ortopedi.

Semua dokter siap melayani Pain Intervension Services atau pelayanan inovasi pengobatan kasus bebas nyeri pada tulang, sendi, otot dan ligament.

Ketiga dokter tersebut memiliki kemampuan yang mumpuni, sehingga dijamin bisa membantu para pasien dengan keluhan nyeri, mulai dari level ringan hingga level kronis.

“Kami punya tiga dokter ortopedi yang berkualitas. Sudah sangat professional, dan semuanya laki-laki. Siap untuk membantu semua masyarakat yang punya keluhan nyeri di sekujur tubuh,” kata Arma.

Dalam prakteknya, prosedur tindakan dilakukan dengan cara memasukkan obat, zat, atau alat tertentu ke dalam struktur tubuh atau bagian tubuh tertentu yang menjadi sumber nyeri.

Selanjutnya, memblok saraf yang merupakan bagian dari mekanisme perjalanan nyeri secara tepat sasaran. Yakni menggunakan alat pemandu seperti ultrasonografi, fluoroskopi, c-arm, dan alat penunjang lainnya.

"Kita spesifik di penanganan nyeri. Jadi kalau ada pasien dengan keluhan nyeri, sebelum tindakan, kita diagnose apakah type nyeri yang bisa dilakukan dengan tindakan intervensi nyeri atau tidak," terangnya.

Arma menegaskan, intervensi nyeri sangat efektif dalam menangani sejumlah kasus nyeri.

Hal itu disebabkan karena memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya tindakan bersifat minimal invasif, menggunakan bius lokal sehingga risiko lebih kecil, obat ditargetkan langsung dengan panduan ultrasonografi dan fluoroskopi, dan yang lainnya.

"Intervensi nyeri ini sangat membantu pasien dalam mengurangi dan menghentikan konsumsi obat nyeri, serta rehabilitasi atau pemulihan lebih cepat dan dini," paparnya.

Sementara itu, peresmian Klinik Intervensi Nyeri juga disaksikan Ketua Orthopedi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, dr Panji sananta, Ketua Program Prekursor Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung, dr. Herry herman, Pengasuh Ponpes Sunni Salafiyah, Habib Taufiq Assegaf, dan undangan lainnya. (lih)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved