Breaking News:

Berita Surabaya

Surplus Beras 3 Juta Ton/Tahun, Gubernur Khofifah: Jatim Pertahankan Status Lumbung Pangan Nasional

Provinsi Jawa Timur terus memacu inovasi pertanian untuk mempertahankan status lumbung pangan dengan rata-rata surplus beras 3 juta ton per tahun

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: irwan sy
surya.co.id/fatimatuz zahro
ILustrasi - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau gudang beras di Gapoktan Mulyo Asri Kabupaten Ngawi, Senin (5/4/2021). 

SURYA.co.id, SURABAYA - Provinsi Jawa Timur terus memacu inovasi pertanian untuk mempertahankan status lumbung pangan dengan rata-rata surplus beras 3 juta ton per tahun. 

Harapannya langkah tersebut dapat menopang ketahanan pangan di Indonesia.

Jawa Timur sendiri merupakan barometer ketahanan pangan nasional dan turut menjaga stabilitas pangan nasional

"Kurang lebih ada 16 provinsi di Indonesia bagian timur yang mengandalkan suplai logistik dari Jawa Timur. Karenanya, kami terus melakukan inovasi di bidang pertanian agar kebutuhan masyarakat tetap dapat tercukupi baik dengan mekanisasi, intensifikasi, dan ekstensifikasi pertanian sektor tertentu  di tengah pandemi covid-19," ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Senin (18/10/2021). 

Khofifah mengatakan, inovasi yang dilakukan diantaranya berupa Penggunaan Benih berkualitas unggul bermutu, Perbaikan Tinggi pematang; Melaksanakan Pesemaian bersama, Cara tanam model Jajar legowo, Pemupukan spesifik lokasi, Kecukupan air, Pengendalian Hama secara Terpadu, dan Melaksanakan Panen secara tepat.

Terbukti, sepanjang semester I tahun 2021, Jatim  mengalami surplus produksi beras.

Tidak hanya itu, Jatim juga telah mengekspor komoditas pertanian senilai Rp 1,3 triliun pada tahun ini.

Khofifah menjelaskan dari total ekspor yang dikirimkan Jatim terdapat beberapa subsektor, seperti hortikultura sebanyak 3,2 juta kilogram dengan nominal senilai Rp 133,1 miliar, perkebunan sebanyak 49,5 juta kilogram dengan nominal senilai Rp 820,5 miliar, peternakan sebanyak 3 juta kilogram dengan nilai Rp 144,1 miliar.

Selanjutnya, dari subsektor tanaman pangan sebanyak 1,38 juta kilogram dengan nilai Rp 99,1 miliar, serta subsektor lain-lain sebanyak 34,4 ribu kilogram dengan nilai Rp111 miliar.

"Artinya, meski Pandemi Covid-19 sektor pertanian Jawa Timur tetap dapat bertahan. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Jatim," ujarnya. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved