Breaking News:

Berita Lamongan

Pendaftar Minim, Ada Yang Mendaftar di Dua OPD; Lelang Jabatan 3 Kepala OPD Jember Terpaksa Ditunda

Sedangkan untuk DPUSDABM hanya ada dua pendaftar. Lucunya, ada pendaftar di DPUSDABM yang ternyata juga mendaftar di Dinas PU Cipta Karya.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
surya/sri wahyunik
Bupati Jember Hendy Siswanto bersama sejumlah pejabat Pemkab Jember melihat TPA Sampah Pakusari Jember. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Proses lelang jabatan untuk menemukan pejabat tinggi pratama di Jember ternyata tidak mudah. Sampai masa pendaftaran berakhir, tim seleksi lelang jabatan tinggi pratama (JTP) Pemkab Jember malah menunda proses lelang jabatan di tiga organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Jember.

Penundaan seleksi yang terpaksa ditunda itu masing-masing untuk kepala Dinas Perikanan, Inspektorat, serta Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Bina Marga (DPUSDABM). Penyebabnya sampai masa pendaftaran berakhir, jumlah pendaftar di Dinas Perikanan dan Inspektorat hanya satu orang. Padahal waktu pendaftaran sudah diperpanjang.

"Pendaftar hanya satu orang sampai masa perpanjangan pendaftaran selesai. Sementara minimal jumlah pendaftar adalah dua orang," ujar Ketua Tim Seleksi Lelang Jabatan Tinggi Pratama Pemkab Jember, Prof Yuli Witono, Senin (18/10/2021).

Sedangkan untuk DPUSDABM hanya ada dua pendaftar. Lucunya, ada pendaftar di DPUSDABM yang ternyata juga mendaftar di Dinas PU Cipta Karya. Atas pertimbangan etis dan profesionalitas, tim seleksi membatalkan kelanjutan seleksi di DPUSDABM.

Sementara itu, seleksi untuk kepala 12 OPD yang lain masih tetap berjalan. Setelah tahapan seleksi administrasi selesai, tahapan selanjutnya adalah tanggapan masyarakat.

Menurut Yuli, masyarakat bisa memberikan tanggapan terhadap pendaftar di 12 OPD tersebut. Masyarakat memberikan tanggapan terkait, apakah pendaftar tersebut tersangkut proses hukum, atau pernah terkena jeratan pidana.

Bupati Jember, Hendy Siswanto menambahkan terkait adanya beberapa OPD yang dibatalkan proses seleksinya, pihaknya bakal kembali meminta izin ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Jumlah pendaftar minimal harus ada dua orang, kalau kurang dari itu ya dibatalkan. Kami akan segera meminta izin kepada KASN untuk melakukan open bidding lagi terhadap OPD-OPD tersebut," ujar Hendy.

Selama jabatan kepala OPD itu nantinya belum terisi pejabat definitif melalui proses lelang jabatan, maka Hendy akan menempatkan kembali Plt untuk memimpin OPD tersebut. "Ya nanti (menempatkan) Plt lagi," pungkasnya.

Seperti diberitakan, masih ada 15 pos jabatan tinggi pratama yang posisinya diisi oleh Plt. Jabatan tinggi pratama ini seperti kepala dinas. Akhirnya pada Oktober ini Pemkab Jember mulai menggelar lelang jabatan.

Ternyata dalam proses seleksinya, beberapa OPD sepi peminat pendaftar. Kini tersisa 38 orang yang melaju ke tahapan tanggapan masyarakat untuk 12 OPD. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved