Breaking News:

Berita Bangkalan

Dahsyatnya Cuaca Pancaroba, Hanya Hitungan Menit Angin Beliung Merusak 52 Rumah di Bangkalan

Dua kelurahan yang terdampak paling parah adalah Kelurahan Pangeranan dan Demangan di Kecamatan Bangkalan Kota

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Lidah angin puting beliung tampak terekam di atas langit Bangkalan, Senin (18/10/2021) siang yang menyebabkan kerusakan puluhan rumah di Kelurahan Pangeranan dan Demangan. 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Angin berputar atau angin puting beliung yang mengacak-acak kawasan kota kabupaten di Bangkalan, Senin (18/10/2021) siang, merupakan fenomena dari masa pancaroba. Tetapi hanya dalam hitungan menit, dampaknya sangat dahsyat karena puluhan rumah di dua kelurahan mengalami kerusakan serius.

Dua kelurahan yang terdampak paling parah adalah Kelurahan Pangeranan dan Demangan di Kecamatan Bangkalan Kota. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan, sejumlah 52 bangunan mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, Rizal Morris mengungkapkan, ada 49 unit rumah terdampak angin kencang itu, masing-masing 19 rumah di Kelurahan Pangeranan dan 30 rumah di Kelurahan Demangan. Sedangkan tiga rumah lainnya adalah tempat usaha di Kelurahan Pangeranan yang mengalami kerusakan sedang.

"Kemudian 30 unit rumah di Kelurahan Demangan rusak ringan dan sedang, ungkap Rizal kepada SURYA.

Selain warga, pembersihan material bangunan terdampak juga dilakukan sejumlah personel gabungan yang melibatkan TRC BPBD Bangkalan, Agen Bencana BPBD Provinsi Jatim, anggota Koramil Kota, anggota Polres Bangkalan, Lurah Pangeranan dan Kemayoran, hingga sejumlah staf Kecamatan Kota.

Informasi yang kami himpun di dua lokasi, kejadian diawali dengan hujan dengan intensitas deras disusul angin kencang puting beliung pada pukul 11.30 WIB. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” jelas Rizal.

Ia memaparkan, peristiwa yang menimpa Kelurahan Pangeranan dan Demangan itu merupakan fenomena di masa pancaroba. Cuaca ekstrem mulai dari hujan disertai petir, angin kencang, hingga hujan es berpotensi besar terjadi selama musim peralihan.

Saat pancaroba, lanjut Rizal, arah angin bertiup sangat bervariasi sehingga mengakibatkan kondisi cuaca tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya.

"Namun, secara umum biasanya cuaca di pagi hari cerah, kemudian siang hari mulai tumbuh awan, dan hujan menjelang sore hari atau malam,” pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved