Breaking News:

Pemprov Jatim

Besok BKD Jatim Wajibkan ASN Absen dan Live Location, Pastikan ASN Tak Bolos untuk Liburan

Guna memastikan para ASN tetap masuk dan bekerja, besok BKD Jatim mewajibkan untuk absen dan live location.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur Indah Wahyuni. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur membuat aturan untuk besok Selasa (20/10/2021).

Pasalnya pemerintah pusat telah memutuskan untuk menggeser hari Libur Maulid Nabi Muhammad yang mulanya besok Selasa 19 Oktober 2021 digeser menjadi Rabu 20 Oktober 2021.

Untuk itu, guna memastikan para ASN tetap masuk dan bekerja, besok BKD Jatim mewajibkan untuk absen dan live location.

Hal ini untuk memastikan bahwa ASN tidak membolos untuk liburan yang dikhawatirkan bisa memicu lonjakan covid-19. 

"Kami mengikuti aturan pemerintah pusat. Besok kita semuanya tetap masuk seperti biasa, baru libur di hari Rabu, 20 Oktober 2021 mendatang," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur Indah Wahyuni, Senin (18/10/2021).

Yuyun, begitu ia disapa, menjelaskan bahwa guna meninjaklanjuti aturan pergeseran libur itu, Gubernur Jatim telah menerbitkan SE dengan nomor 850/3695/204.3/2021 Tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021.

Karena itu, aturan teknis untuk hari Selasa besok, ASN Pemprov Jatim wajib mengirim live location melalui aplikasi whatsapp ke grup masing-masing dinasnya.Dengan live location ini masing masing atasan di dinas akan memantau guna untuk mengantisipasi ASN ke luar kota.

"Wajib live location, dan kita imbau ASN tidak berpergian ke luar kota. Karena situasi saat ini masih pandemi covid-19 belum usai," tegasnya.

Sebagai informasi, kondisi pandemi covid-19 sudah melandai. Berdasarkan update terakhir 18 Oktober 2021, kasus aktif covid-19 di Jatim tersisa 723 orang.

Tambahan kasus harian terakhir ada sebanyak 60 kasus baru, dan 4 orang meninggal baru. Dan 88 kasus sembuh. 

Meski sudah melandai dan ada pelonggaran karena Jatim sudah level 1, namun Pemprov Jatim masih tegas dalam membatasi mobilitas. Salah satunya dengan penganturan wajib absen dan dilarang keluar kota untuk besok.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved