Breaking News:

Waspada Penipuan di Facebook, Modusnya Tawarkan Pekerjaan, Ternyata Curi Kendaraan

Satria mengaku berkenalan dengan si pelaku pertama kali, melalui grup lowongan pekerjaan Surabaya di Facebook (FB), dan melanjutkan percakapan di WA

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Rahadian Bagus
pixabay.com
Foto Ilustrasi Facebook 

SURYA.CO.ID|SURABAYA- Jangan mudah percaya dengan orang yang menawarkan pekerjaan dari orang baru dikenal. Siapa sangka kalau itu, modus baru penipuan untuk mencuri kendaraan.

Pengalaman pahit nan memilukan semacam itu, dialami Satria warga Petemon, Sawahan, Surabaya.

Motor Honda Scoopy bernopol L-4399-W miliknya, raib dibawa kabur kenalan barunya, yang semula menjanjikannya pekerjaan.

Ceritanya, Satria mengaku berkenalan dengan si pelaku pertama kali, melalui grup lowongan pekerjaan Surabaya di Facebook (FB), dan melanjutkan percakapan lebih intens melalui WhatsApp (WA).

Kemudian, pada Kamis (14/10/2021) pelaku mengajak Satria menemuinya di sebuah warung kopi (Warkop) Jalan Balongsari Tama BI.3, dengan membawa sejumlah berkas yang menjadi persyaratan untuk bekerja.

"Setelah ketemu ternyata persyaratan (berkas) kurang surat kesehatan," katanya saat dihubungi awak media, Minggu (17/10/2021).

Kemudian, si pelaku mengajak Satria untuk melengkapi berkas persyaratan kesehatan dengan menuju ke sebuah klinik kesehatan di Jalan Balongsari Tama, Tandes, Surabaya, sekitar pukul 20.30 WIB.

Keduanya pergi ke klinik tersebut secara bersamaan, mengendarai motor milik Satria. Dan si pelaku berinisiatif memboncengnya.

"Dia yang nyetir saat itu dan kunci motor dibawa. Saya masuk klinik tes kesehatan," jelasnya.

Sejak memasuki klinik untuk menjalani tes kesehatan, Satria belum merasakan gelagat aneh dengan sosok kenalannya itu.

Namun, saat dirinya merampungkan urusannya dari dalam klinik, dan tidak mendapati kenalannya itu di tempat semula.

Satrio akhirnya sadar jikalau pria yang baru dikenal itu telah menipu dirinya dan membawa kabur motornya.

Sadar menjadi korban penipuan dan penggelapan, Satrio berusaha menghubungi terus nomor kontak yang tersambung dengan pelaku. Namun, tetap tak membuahkan hasil.

Tak kehilangan akal. Berbekal nomor ponsel si pelaku. Satrio meminta bantuan temannya untuk melakukan pelacakan menggunakan perangkat ponsel.

"Pukul 00.00, baru centang dua. Setelah dilacak teman, pelaku dan motor pukul 01.00 sudah ada di kawasan Pasuruan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved