Berita Kampus Surabaya
Ubaya Bantu Warga Desa Bogo Bojonegoro Kembangkan Sentra Kelor
Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Sentra Kelor dan tim Program Wira Desa bantu warga kembangkan sentra kelor di Desa Bogo, Bojonegoro.
Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Dua tim Universitas Surabaya (Ubaya) yakni tim Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Sentra Kelor dan tim Program Wira Desa bantu warga kembangkan sentra kelor di Desa Bogo, Bojonegoro.
Kali ini tim PPDM Sentra Kelor mengajak warga Desa Bogo untuk berlomba menyajikan kreasi menu olahan kelor yaitu mie ayam kelor dan tropical tea kelor.
Pada hari yang sama, tim Program Wira Desa yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Farmasi Ubaya menjadi fasilitator pada kegiatan outbond di Taman Dolanan, Gubuk Kelor Tunjungwati, Sabtu (16/10/2021).
Memasuki tahun ketiga program pengabdian masyarakat Ubaya yang didanai oleh Kemdikbud Ristek ini, tim PPDM Ubaya kembali menyelenggarakan kegiatan yaitu Lomba Kreasi Olahan Menu Kelor.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program diversifikasi produk olahan berbasis kelor.
Sebelumnya, warga telah mendapatkan pelatihan mengenai nutrisi produk olahan berbasis kelor, bahan tambahan pangan serta peranan bahan kemas pada produk makanan dan minuman.
“Kegiatan ini akan semakin meningkatkan antusiasme warga Desa Bogo untuk mengeksplorasi berbagai macam produk makanan dengan bahan baku kelor," ujar Karina Citra Rani selaku Ketua Tim PPDM Ubaya.
"Produk olahan makanan dan minuman tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif menu yang dipasarkan di Gubug Kelor Tunjungwati,” imbuhnya.
Selama tiga tahun melakukan pendampingan terjadi peningkatan yang signifikan dari jumlah varian produk kelor yang dibuat warga, optimalisasi Gubug Kelor Tunjungwati sebagai sentra kuliner kelor serta peningkatan kualitas dan sertifikasi produk olahan kelor.
Akhirnya pendapatan Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Langgeng Makmur juga meningkat.
Disamping itu, mahasiswa yang tergabung BEM dan DPM Fakultas Farmasi UBAYA juga mengikuti Program Wira Desa 2021 untuk membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Desa Bogo, Kabupaten Bojonegoro.
Tim Program Wira Desa Ubaya terdiri dari Muhammad Dian Wardana Putra sebagai ketua pengusul program, Bayu Anggara Putra, Febe Febrilina Fernanda, Cynthia Natalie Tjendra, Jessica Natalia Kusuma, Ivana Novita, Ni Komang Dian Purnamita Sari, Ni Putu Ardhiani Kencana Putri, Ditha Octaviany Putri dan Dzihni Rihadatul'aisy Ramadhan.
Kesepuluh mahasiswa ini mendapatkan dana hibah Program Wira Desa 2021 berkat pengajuan proposal kegiatan yang telah mereka rancang bersama.
Program Wira Desa adalah program yang ditawarkan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi kepada organisasi mahasiswa, seperti unit kegiatan mahasiswa atau lembaga eksekutif mahasiswa tahun 2021.
Program tersebut bertujuan mengembangkan soft skill mahasiswa dan menumbuhkan rasa peduli agar lebih aktif berkontribusi pada masyarakat desa.
Ada tiga UKM yang menjadi mitra binaan mahasiswa yaitu Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki, Gubuk Kelor Tanjungwati yang berada di bawah BUMDes Langgeng Makmur, dan Bank Sampah ‘Oma Ijo’ yang dikelola ibu-ibu Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU).
Pendampingan yang dilakukan tim Program Wira Desa Ubaya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UKM.
Mahasiswa bertugas membantu Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki dalam pemasaran produk-produk olahan kelor melalui optimalisasi marketing online dengan media sosial dan marketplace.
Selain itu, mahasiswa juga membantu Gubuk Kelor Tanjungwati dalam pengembangan Taman Dolanan yang merupakan lahan kosong di belakang Gubuk Kelor Tanjungwati.
Sedangkan untuk Bank Sampah ‘Oma Ijo’, mahasiswa berperan memberikan pelatihan serta edukasi dalam memilah sampah organik dan anorganik.
Ditambah dengan penyediaan bak sampah yang digunakan untuk proses memilah sampah.
Program Wira Desa ini telah dilaksanakan sejak bulan Juli hingga Desember 2021.
Kedua tim Ubaya berharap pemasaran produk berbasis kelor yang dikelola oleh warga dapat menjaring konsumen lebih luas, penjualan marketplace meningkat dan jumlah kunjungan terus bertambah ke Gubuk Kelor Tunjungwati sebagai sentra kuliner berbasis kelor.
Tidak hanya itu, pemanfaatan lahan kosong di Taman Dolanan juga bisa menjadi sentra permainan tradisional.
Pengunjung juga dapat menikmati fasilitas outbound di Taman Dolanan dengan harga paket mulai Rp. 10.000 sampai Rp. 30.000.
“Hari ini kami berkesempatan menjadi fasilitator kegiatan outbond untuk siswa/siswi kelas 1-6 Madrasah Ibtidaiyah Ulul Albab Desa Plesungan di Taman Dolanan," tutup Nikmatul Ikhrom selaku dosen pembimbing sekaligus dosen Fakultas Farmasi Ubaya.
"Kegiatannya yaitu senam bersama hingga praktik edukasi seperti membuat cokelat kelor, karya daur ulang, menanam padi dan menangkap ikan,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/tim-ppdm-sentra-kelor.jpg)