Breaking News:

Liga 3

Tim Sepak Bola PON Jatim Dibeli Persikab Bandung Hadapi Liga 3 Musim Ini

Para pemain sepak bola Jawa Timur (Jatim) tidak bisa istirahat lama usai gelaran PON XX Papua 2021. Mereka lanjut main kompetisi Liga 3 2021/2022

Penulis: Dya Ayu | Editor: Fatkhul Alami
KONI Jatim
Tim Sepak Bola PON Jatim Dibeli Persikab Bandung Hadapi Liga 3 Musim Ini 

Penulis: Dya Ayu | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | JAYAPURA - Para pemain sepak bola Jawa Timur (Jatim) tidak bisa istirahat lama usai gelaran PON XX Papua 2021. Skuad polesan Rudy Keltjes ini melanjutkan kiprahnya di kompetisi Liga 3 2021/2022 ini.

Pemain Jatim akan membela Persikab Kabupaten Bandung di Liga 3 zona Jawa Barat (Jabar). Ini menyusul tim Jatim dibeli Persikab Bandung, mulai ofisial dan pemain.

Pelatih Jatim di PON XX Papua 2021, Rudy Keltjes menuturkan, usai berlaga di PON XX Papua 2021 langsung memboyong para pemain dan ofisial tim ke Bandung. Di sana nantinya pemain akan memperkua Persikab Kabupaten Bandung di Liga 3.

"Tidak ada evaluasi-evaluasi. Saya angkut anak-anak ke Bandung. Semua saya angkut. Tidak usah ada lagi evaluasi-evaluasi. Semua pemain, semua pengurus saya bawa kesana," terang Rudy Keltjes.

Tim sepak bola Jatim baru saja meraih medali perunggu pada PON XX Papua 2021. Ini menyusul kemenangan atas Kalimantan Timur (Kalyim) dengan skor 3-2, Kamis (14/10/2021).

Usai pertandingan, Rudy Keltjes mengatakan, sebenarnya ia kurang puas dengan hasil ini. Sebab sebelumnya target awal berlaga di PON ialah dapat masuk babak final.

"Saya masih kecewa, target saya kan di final. Tapi tidak apa-apa lah, anak-anak sudah berusaha bermain dan menang. Saya salut sama anak-anak, tidak kenal lelah," aku Rudy Keltjes..

Rudy mengatakan, pada pertandingan tadi timnya mendapat gangguan dari wasit. Hal itu terbukti dari beberapa keputusan wasit yang merugikan Jatim.

"Kendalanya wasit dikit-dikit prit, dikit-dikit prit. Kalau dikit-dikit prit di tempat kami, kami gimana mau main? Anak-anak sudah mau bangkit ditimpa lagi, down lagi mentalnya. Ada penalti tadi, pemain mereka yang nabrakin badan, mereka yang penalti. Saya mantan pemain, saya tahu. Tidak bisa kayak gitu. Kapan bisa maju, kasian anak-anak. Bukan saya cari alasan. Ini untuk sepak bola Indonesia juga agar lebih baik," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved