Berita Kota Mojokerto

Marak Penjualan Miras via Medsos di Kota Mojokerto, Terungkap Peredarannya di Kalangan Anak Muda

Jaringan peredaran ratusan botol mihol jenis arak bali yang dijual secara online di medsos itu, dibongkar jajaran Polresta Mojokerto.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Deddy Humana
surya/mohammad romadoni
Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan menunjukkan barang bukti ratusan minuman beralkohol yang dijual melalui media sosial di Kota Mojokerto, Jumat (15/10/2021). 

SURYA.CO.ID, KOTA MOJOKERTO - Banyak modus penjualan minuman beralkohol (mihol) atau minuman keras (miras) yang dilakukan produsen agar luput dari pengamatan penegak hukum. Yang terungkap di Kota Mojokerto saat ini adalah beredarnya mihol ilegal yang ternyata dijual secara online lewat media sosial (medsos).

Jaringan peredaran ratusan botol mihol jenis arak bali yang dijual secara online di medsos itu, dibongkar jajaran Polresta Mojokerto.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan pihaknya kini memburu pemasok ratusan mihol jenis arak bali yang sebelumnya diamankan oleh Tim Sabhara Polresta Mojokerto. "Kami mengamankan 387 mihol yang diduga kuat ilegal," ungkap Rofiq, Jumat (15/10/2021).

Rofiq menjelaskan, berdasarkan fakta di lapangan ditemukan transaksi mihol di Jalan Surodinawan, Kota Mojokerto. Ratusan botol mihol tanpa izin edar ini kemudian diamankan ke Polresta Mojokerto.

"Hasil fakta di lapangan, mihol ini diduga seringkali digunakan anak muda yang sengaja mengemasnya dengan botol air mineral bahkan cangkir teh, yang ternyata berisi miras," jelasnya.

Menurut Rofiq, satu mihol yang dikemas dalam botol air mineral 600 ml tersebut dijual sekitar Rp 35.000. Dan mayoritas pembelinya adalah anak muda yang tekun memelototi medsos. "Mihol ini dijual bebas di Kota Mojokerto melalui medsos," ucap Rofiq.

Pemilik mihol dijerat pasal tipiring sesuai Perda Pasal 25 ayat 2 Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. "Pengakuan dari yang bersangkutan, ia mendapat arak bali dari pembuatnya yang kini masih dalam penyelidikan," terangnya. ***

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved