Breaking News:

Berita Tulungagung

Taman Kali Ngrowo Tulungagung Bakal Makin Nyaman Usai Dibenahi, Meski Dibayangi Masalah Lampu Pecah

Desain sepenuhnya ditentukan oleh Kotaku, sementara DLH hanya melakukan pemeliharaan. “Soal desain dan penambahan fasilitas kami tidak terlibat

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Replika kendang yang dibangun di taman Kali Ngrowo Tulungagung. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Taman Kali Ngrowo di Tulungagung sedang berbenah, setelah taman ikonik dengan ciri reog kendang ini tengah direnovasi agar lebih cantik. Penambahan sejumlah fasilitas dilakukan agar taman yang dibangun oleh Kementerian PUPR ini semakin nyaman dan menarik untuk dikunjungi.

Taman yang juga kerap disebut taman reog kendang berada di pojokan pertemuan dua sungai. Yaitu Sungai Song dari arah Kecamatan Kauman yang bertemu dengan Sungai Ngrowo.

Di sisi Barat, juga tengah dibangun tanggul sungai yang berbentuk tangga. Tangga berbentuk melingkar ini bisa dipakai untuk duduk sambil memandang ke arah aliran sungai.

“Itu sebenarnya pengamanan untuk tanggul. Karena taman itu kan ada di tepi aliran sungai, sehingga dibutuhkan penahan,” terang Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung, Makrus Manan, Kamis (14/10/2021).

Menurut Makrus, renovasi Taman Kali Ngrowo ini dilakukan oleh Kementerian PUPR lewat program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Tujuannya untuk menambah sarana dan prasarana taman ini.

Desain sepenuhnya ditentukan oleh Kotaku, sementara DLH hanya melakukan pemeliharaan. “Soal desain dan penambahan fasilitas kami tidak terlibat. Hanya kami mempunyai permintaan, jangan merusak kehijauan (pepohonan) di taman,” ujar Makrus.

Saat ini proses renovasi masih belum selesai. Material proyek pun masih ada di lokasi. Lintasan melingkar di dekat sungai juga tengah dikerjakan. “Taman ini menjadi salah satu taman yang ikonik di Tulungagung. Setiap hari juga dikunjungi banyak warga,” sambung Makrus.

Di taman ini warga bisa menikmati aliran sungai Ngrowo. Saat sore juga banyak aktivitas warga di sungai ini, seperti pemancing atau penjala ikan. Bahkan kadang ada pula warga yang membawa kawanan bebeknya mencari makan di sungai ini.

Taman ini juga dilengkapi dengan fasilitas bermain anak. Sayangnya, taman ini kurang penerangan sehingga kurang mendukung digunakan anak-anak saat malam hari.

Salah satu sebabnya karena banyak lampu taman yang sengaja dipecah, dan menyisakan tiangnya saja. Pecahnya lampu tangan ini karena ulah tangan jahil yang menginginkan taman dalam keadaan gelap.

Menurut seorang warga, banyak pasangan muda-mudi yang mojok saat malam dan tidak nyaman jika dalam kondisi terang. “Jadi memang sengaja dipecah supaya gelap. Tujuannya supaya bisa duduk berduaan dalam gelap,” ungkap warga.

Bahkan menurutnya, bukan hanya di taman itu saja fasilitas penerangan yang dirusak. Di sebelah Timur taman itu juga banyak bangku taman di sepanjang tepi sungai. Dan di sana, hampir semua lampu penerangannya rusak karena dipecah. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved