Breaking News:

Berita Jember

Sidang Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Dosen, Aktivis Gelar Unjur Rasa di PN Jember

RH, merupakan dosen FISIP Universitas Jember. Dia menjadi terdakwa dugaan kasus pencabulan dengan korban keponakannya sendiri.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sri Wahyunik
Aksi Koalisi Tolak Kekerasan Seksual Jember di depan PN Jember, Kamis (14/10/2021). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Sejumlah aktivis dari Koalisi Tolak Kekerasan Seksual Jember menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri (PN) Jember, Kamis (14/10/2021). Aksi spontanitas itu digelar setelah persidangan dugaan kekerasan seksual dengan terdakwa oknum dosen Universitas Jember (Unej), RH selesai digelar.

Kamis (14/10/2021) siang digelar sidang lanjutan dalam perkara tersebut. Persidangan beragendakan pemeriksaan terdakwa. Sidang itu lanjutan dari persidangan pada Rabu (13/10/2021), yang terhenti di tengah jalan akibat pemadaman aliran listrik dan buruknya koneksi internet antara ruang sidang di PN Jember dan terdakwa RH yang berada di Lapas Jember.

Persidangan dilakukan secara hybrid daring dan luring. Majelis hakim, jaksa dan tim penasehat hukum melakukan persidangan di Ruang Sidang Candra PN Jember, sedangkan RH mengikuti persidangan dari Lapas Jember secara daring.

Persidangan digelar secara tertutup karena perkara pidana kekerasan seksual. Wartawan hanya bisa memantau persidangan dari luar ruang sidang.

Setelah persidangan selesai, sejumlah aktivis dari Koalisi Tolak Kekerasan Seksual Jember membentangkan poster di depan papan nama PN Jember di Jalan Kalimantan.

Mereka membentangkan poster bertuliskan 'Kawal Kasus Pencabulan oleh RH'. Poster lain bertuliskan 'Jember Tak Akan Jadi Kota Layak Anak Kalau Kasus RH Divonis Ringan', 'Jerat UU Perlindungan Anak', juga '15 Tahun untuk RH'.

"Kami melakukan aksi ini untuk memberikan dukungan terhadap persidangan dan hakim supaya memberikan keadilan untuk korban. Kami menuntut supaya RH dijerat memakai UU Perlindungan Anak," ujar Trisna Dwi Yuni Aresta dari Koalisi Tolak Kekerasan Seksual Jember.

Koalisi tersebut meminta, majelis hakim kasus tersebut menjerat RH memakai UU Perlindungan Anak sesuai dengan ketentuan Pasal 82 ayat 1 dan ayat 2.

"Kami juga mengajak publik, masyarakat Jember untuk aware atau peduli terhadap kasus kekerasan seksual, termasuk dalam kasus kekerasan seksual oleh oknum dosen ini. Kami mengajak publik mengawal kasus ini dengan memegang teguh prinsip negara demokrasi dan kebebasan berpendapat," tegasnya.

Sementara itu setelah persidangan, SURYA.CO.ID juga mewawancarai pengacara RH, Freddy Andreas Caesar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved