Breaking News:

Berita Nganjuk

Perkawinan Dini Picu Banyak Masalah, DPPKB Nganjuk Sosialisasikan Pendewasaan Usia Perkawinan

Dijelaskan Widyasti, tujuan lain dari sosialisasi pendewasaan perkawinan yakni memberi pengertian dan kesadaran.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Kegiatan Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan yang digelar Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk dalam rangka mencegah perkawinan usia dini. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk intensif mencegah terjadinya perwakinan usia dini atau perkawinan muda. Hal itu dilakukan dengan sosialisasi intensif pendewasaan usia Perkawinan di Kabupaten Nganjuk.

Kepala Dinas PPKB Nganjuk, Widyasti Sidhartini mengatakan, pendewasaan usia perkawinan merupakan upaya meningkatkan kematangan umur saat menikah sehingga mencapai usia minimal pada pernikahan. Yaitu usia 21 tahun bagi wanita, dan 25 tahun bagi pria.

"Pengetahuan akan usia perkawinan yang ideal, harus terus disosialisasikan kepada masyarakat untuk menghindari terjadinya pernikahan usia dini," kata Widyasti.

Dijelaskan Widyasti, tujuan lain dari sosialisasi pendewasaan perkawinan yakni memberi pengertian dan kesadaran. Khususnya bagi remaja agar merencanakan usia perkawinan.

"Karena apabila menikah di usia dini, dipastikan pasangan tersebut belum memiliki kematangan dan belum dapat merencanakan apapun ketika sudah menikah akan bagaimana," ucap Widyasti.

Sementara Wakil Ketua I TP PKK Kabupatn Nganjuk, S Wahyuni Marhaen Djumadi menjelaskan, sebagai orangtua memang harus mempertimbangkan berbagai aspek yang berkaitan dengan kehidupan berkeluarga. Baik fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial maupun ekonomi. "Serta menentukan jumlah anak dan jarak kelahirannya seperti apa," kata Wahyuni.

Di samping itu, ungkap Wahyuni, dampak yang ditimbulkan dari adanya perkawinan di usia dini juga harus menjadi perhatian. Yakni bisa menimbulkan bertambahnya jumlah kemiskinan, kematian ibu dan bayi, dan stunting.

"Termasuk di dalamnya ada faktor ekonomi, budaya, maupun kesehatan. Maka kita sebagai orangtua harus bijak dan bisa memberi pertimbangan," tutur Wahyuni.

Ia juga berharap agar sosialisasi dari PPKB menghasilkan harapan bagi remaja dan pihak terkait agar memahami dan menyadari pentingnya meningkatkan usia perkawinan. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved