Breaking News:

Jelang Kick Of Babak Kualifikasi Super Esports Series Season 1, Peserta Siap Uji Adrenalin

Kick off babak kualifikasi akan diselenggarakan pada Sabtu, 16 Oktober untuk eFootball Pro Evolution Soccer (PES) dan Minggu, 17 Oktober untuk PUBG

Editor: Musahadah
istimewa
Babak kualifikasi Super Esports Series Season 1 akan dimulai Sabtu (16/10/2021) 

SURYA.CO.ID - Menjelang babak kualifikasi Super Esports Series Season 1, sejumlah peserta mengaku antusias dan siap menguji adrenalin.

Kick off babak kualifikasi akan diselenggarakan pada Sabtu, 16 Oktober untuk eFootball Pro Evolution Soccer (PES) dan Minggu, 17 Oktober untuk Player Unknown's Battlegrounds (PUBG) Mobile.  

Pertandingan kualifikasi ini akan disiarkan secara live di akun YouTube official Superchallenge.

Turnamen di fase kualifikasi ini diselenggarakan secara hybrid, memadukan sistem daring dan luring, serta penerapan protokol kesehatan yang ketat dan menyeluruh.

Babak kualifikasi digelar secara bertahap hingga akhir November mendatang di 11 titik kualifikasi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan,  Kepulauan Riau, Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga: Super Esports Series 2021 Berhadiah Total Rp 300 Juta Digelar di 17 Kota, Begini Cara Mendaftar

Salah satu peserta dari eFootball PES, M. Firza Khadafi mengaku antusias menyambut babak kualifikasi, Sabtu (16/10/2021) mendatang, 

Peserta asal Purwokerto, Jawa Tengah ini optimis dengan serangkaian latihan maupun persiapan lain yang sudah dilakukan, mampu bertanding secara maksimal dan meraih kemenangan.

“Semakin mendekati babak kualifikasi, kami semakin intens latihan. Setiap pada waktu luang, pasti kami latihan untuk mengasah chemistry, mental dan rasa percaya diri. Karena menurut saya itu unsur terpenting untuk memenangkan turnamen ini,” tutur Khadafi.

Menurutnya turnamen Super Esports Series berhadiah total Rp 300 juta ini dapat menjadi ajang pembentukan mental serta mengasah kemampuan untuk melangkah ke kejuaraan esports dengan skala yang lebih luas.

Sementara itu, Alif Naufal Jasir, peserta eFootball PES asal Lampung mengapresiasi Superchallenge.

“Super Esports Series ini merupakan wadah yang cukup positif bagi teman-teman yang memang mendalami dunia esports seperti saya. Semoga kegiatan ini dapat menyaring pemain-pemain berbakat yang ke depannya bisa mengikuti turnamen esports berskala lebih tinggi lagi,” tutur Alif.

Hal senada diutarakan Bachtiar Nurdiansyah dari tim RASCAL CLOViS7 yang menjadi peserta Super Esports Series Season 1 untuk game PUBG Mobile.

Dia mengakui bahwa turnamen esports yang digelar oleh Superchallenge ini membangkitkan semangat bertanding ia beserta timnya dalam format turnamen dan berskala nasional.

Dia menilai kompetisi seperti Super Esports Series harus terus bergulir secara rutin karena memberi dampak positif bagi komunitas dan memunculkan bibit-bibit esports muda berprestasi.

“Turnamen ini sangat menguji adrenalin kami dari tim komunitas. Hasil dari kerja keras kami selama latihan akan sangat di uji di turnamen bergengsi ini. Semoga dengan usaha dan keberuntungan, akan membuahkan kemenangan bagi kami,” tandas Bachtiar.

Tak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan di ranah esports, Super Esports Series Season 1 juga menjadi wadah edukasi dan ‘timba ilmu’ dengan diselenggarakannya program Road to Super Esports Series sebelum fase kualifikasi.

Kegiatan di dalam program ini ialah sharing session dari sejumlah atlet esports berprestasi dalam kegiatan Ask The Super dan Super Tips, hingga Super Fun Match yang mempertemukan pemain profesional eFootball PES dengan peserta penantang atau Challenger, serta sederet tim PUBGM yang saling adu kuat.

Perwakilan Superchallenge selaku penyelenggara yang menginisiasi kompetisi ini, Dhanny Winata Hoeniarto, menuturkan babak kualifikasi Super Esports Series Season 1 diprediksi akan berlangsung seru dan penuh kejutan di tiap pertandingan.

Pasalnya, seluruh peserta merupakan pemain amatir (non profesional) dan tidak dapat mendeteksi kekuatan lawan sejak awal.

“Karena kompetisi ini ditujukan untuk pemain amatir dan komunitas sehingga tidak ada pemain profesional yang terlibat, maka peta kekuatan masing-masing tim sulit untuk terdeteksi dari awal. Tentunya akan banyak kejutan-kejutan yang akan terjadi. Kami melihat banyak komunitas di daerah yang memiliki kemampuan yang potensial. Kompetisi ini akan menjadi wadah pembuktian kekuatan tim baik skill, teamwork, maupun mental bertanding mereka,” ungkap Dhanny.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved