Breaking News:

Dituntut Memiliki Integritas, KPU Jatim Ajak Jajaran Mitigasi Conflict Of Interest

"Kita dituntut oleh publik dan konstitusi untuk bisa bekerja secara transparan, bekerja secara profesional, akuntabel maupun juga berintegritas,"

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Rahadian Bagus
surya.co.id
Ketua KPU Jawa Timur, Choirul Anam saat sambutan pada agenda Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dan Benturan Kepentingan yang digelar KPU Jatim secara daring, Kamis (14/10/2021). 

SURYA.CO.ID|SURABAYA - Ketua KPU Jawa Timur, Choirul Anam terus mengajak jajarannya hingga ke tingkat bawah untuk menjaga integritas, bebas korupsi dan gratifikasi.

Sebagai lembaga penyelenggara pemilu, Anam mengajak jajaran KPU hingga tingkat daerah memperhatikan hal tersebut.

Hal itu disampaikan Anam dalam sambutan pada agenda Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dan Benturan Kepentingan yang digelar KPU Jatim. Agenda tersebut berlangsung secara daring, Kamis (14/10/2021).

Menurut Anam, sebagai lembaga yang memiliki tanggungjawab besar dan disebut dalam konstitusi, maka tugas dalam seluruh tupoksinya harus dilakukan secara maksimal.

"Kita dituntut oleh publik dan konstitusi untuk bisa bekerja secara transparan, bekerja secara profesional, akuntabel maupun juga berintegritas," kata Anam, dalam kegiatan yang disiarkan di saluran resmi KPU Jatim.

Menurut Anam, hal itu memang penting diperhatikan. Sebab tugas, peran dan fungsi KPU selaku penyelenggara memang sangat urgent dalam sebuah proses demokrasi. "Ini sebuah kebanggaan sekaligus sebuah amanah yang besar," tambahnya.

Sehingga tak jarang, kata Anam benturan kepentingan atau conflict of interest memang bisa menjadi tantangan tersendiri. "Maka, sekali lagi kita harus mampu melakukan tupoksi kita dengan baik," lanjutnya.

Anam mengatakan, segala ketentuan memang sudah diatur dalam setiap tanggung jawab sebagai penyelenggara pemilu. "Tentu hal ini dimaksudkan agar kita semua bisa menjalankan tupoksi untuk menyelenggarakan pemilu secara baik," ucapnya.

Dalam kegiatan sosialisasi itu, sejumlah pihak turut hadir. Diantaranya juga dari unsur KPK yang menyampaikan materi. Selain itu, jajaran KPU Kabupaten/kota juga mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

Menurut Anam, kegiatan semacam itu penting terus dilakukan. Tujuannya, agar memahami dan mengidentifikasi adanya benturan kepentingan serta bagaimana mitigasinya atau pencegahan dini.

Benturan kepentingan tidak hanya melulu soal materi, barang, tapi juga menyangkut banyak hal. Sehingga, Anam menyebut identifikasi dan mitigasi penting untuk diketahui. Hal itu menjadi bagian dari berbagai upaya yang selama ini digencarkan KPU.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved