Breaking News:

Dituding Bercara Pikir ala Hitler, Yusril Ihza Mahendra Balik Tanya: yang Hitler Saya atau Pak SBY?

Yusril Ihza Mahendra, kuasa hukum empat eks kader Partai Demokrat bersuara lantang saat disebut memiliki cara pikir totalitarian ala Hitler

Editor: Musahadah
Kolase Kompas.com
Yusril Ihza Mahendra dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kini, mereka saling berhadapan di Mahkamah Agung (MA) dalam judicial review AD/ART Demokrat AHY. 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Yusril Ihza Mahendra, kuasa hukum empat eks kader Partai Demokrat bersuara lantang saat disebut memiliki cara pikir totalitarian ala Adolf Hitler saat mengajukan judicial review (JR) ke Mahkamah Agung (MA) terkait AD/ART partai berlambang mercy itu.

Tudingan kepada Yusril Ihza Mahendra itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Benny K Harman

"Setelah kami menyelidiki asal usul teori yang dipakai atau yang digunakan oleh Yusril Ihza di dalam mengajukan permohonan JR AD/ART ke Mahkamah Agung."

"Maka diduga kuat cara pikir ini berasal dari cara pikir totalitarian ala Hitler," kata Benny salam jumpa pers di DPP Partai Demokrat, Jakpus, Senin (11/10/2021), dikutip dari Tribunnews.

Menanggapi hal ini, Yusril justru menyebut dua Undang-Undang (UU) era SBY, yaitu UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik serta UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, yang dipakainya untuk menggugat AD/ART Partai Demokrat, sebagai produk rezim pengikut Adolf Hitler. 

"Jadi kalau saya mengujinya itu dengan dua Undang-Undang ini, yang Hitler itu siapa, saya atau Pak SBY? Jadi saya uji pakai Undang-Undang Hitler dan Undang-Undang Hitler itu dibikin sama siapa, ya sama Pak SBY dan Benny Harman di dalamnya," katanya saat wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribunnetwork Febby Mahendra Putra dan News Manager Tribunnetwork Rachmat Hidayat, Rabu (13/10/2021). 

Baca juga: Hamdan Zoelva Bongkar Skenario Yusril yang Tak Mau Masukkan Demokrat Jadi Termohon di JR AD/ART

"Saya balik bertanya kepada Benny Harman, anda ini ngomong bisa jadi kejebak sendiri karena saya uji ini pakai UU yang dibuat Pak SBY, berarti yang hitler itu ya Pak SBY itu sendiri. Itu konsekuensi dari omongan anda sendiri," imbuhnya.

Yusril menegaskan Benny K Harman tidak memiliki pijakan intelektual dengan menyatakan negara memaksakan kehendak terkait polemik Partai Demokrat.

Dia menegaskan AD/ART Partai Demokrat diuji bukan atas kehendak penguasa. 

Sebab, jika mengacu pada omongan Benny soal pola pikir Hitler, maka ada campur tangan negara dalam gugatan AD/ART Demokrat. 

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved