Breaking News:

Kasus Luwu Timur

Babak Baru Kasus Luwu Timur 3 Anak Korban Persetubuhan Ayah Kandung, Polisi Buka Penyelidikan Baru

Babak baru kasus Luwu Timur, yakni 3 anak korban persetubuhan ayah kandung yang sempat dihentikan oleh Polres setempat.

Editor: Iksan Fauzi
PROJECT M/MUHAMMAD NAUVAL FIRDAUS
Ilustrasi penghentian proses penyelidikan oleh polisi dalam kasus kekerasan seksual di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (PROJECT M/MUHAMMAD NAUVAL FIRDAUS (di bawah lisensi Creative Commons BY-NC-ND 2.0) 

SURYA.co.id | JAKARTA - Babak baru kasus Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yakni 3 anak korban persetubuhan ayah kandung yang sempat dihentikan oleh Polres setempat.

Kini, setelah tim Mabes Polri melakukan asistensi terhadap penyidik Polres Luwu Timur, penyelidikan kasus tersebut pun dibuka kembali. 

Hal itu setelah polisi meminta keterangan dari dokter IM dari RS Vale Sorowako pada 31 Oktober 2019 lalu. Adapun dokter IM melakukan visun terhadap ketiga anak yang menjadi korban atas permintaan ibu korban. 

Dalam asistensi ini, tim Mabes Polri telah memintai keterangan orang tua korban sebanyak lima kali.

Dalam kasus ini, Polri membuat laporan polisi model tipe A atau yang dibuat penyidik Polri. 

Laporan polisi itu dibuat terhitung tanggal 12 Oktober 2021 lalu.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan itu kepada awak media.

Ramadhan menyampaikan terduga pelaku atau terlapor dalam dugaan pencabulan anak di bawah umur tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Baca juga: Update Kasus Luwu Timur, Temuan Baru Penyidik Mabes Polri, Terjadi Peradangan Alat Vital 3 Anak

"Saya mendapatkan update dari tim Asistensi dari tim Luwu Timur. Di mana penyidik telah membuat laporan polisi model a tertanggal 12 Oktober 2021, perihal adanya dugaan pencabulan anak di bawah umur. Itu ditulis pelaku dalam proses lidik," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/10/2021).

Ramadhan menjelaskan, laporan polisi ini untuk mendalami hasil visum mandiri di RS Vale Sorowako.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved