Breaking News:

Berita Situbondo

Terkait Kasus Video Penghinaan di Medsos, Kejaksaan Kembali Akan Panggil Bupati Situbondo

Ifan menjelaskan, pihaknya akan melayangkan panggilan kedua untuk sidang berikutnya yang akan digelar, Selasa (19/10/2021) depan

Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/izi hartono
Bupati Situbondo, Karna Suwandi (tengah). 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo akan melayangkan surat pemanggilan kedua kepada Bupati Situbondo, Karna Suswandi dalam kasus penghinaan melalui rekaman video yang diunggah di Facebook (FB).

Pemanggilan itu akan dilakukan kejari, karena Bupati Karna selaku pelapor dalam kasus pelanggaran UU ITE ini, tidak datang dalam sidang virtual yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Situbondo, Rabu (13/10/2021).

Sidang pelanggaran ITE itu menghadirkan terdakwa IB (45) warga Situbondo, yangm mengunggah video penghinaan kepada Bupati Karna, Desember 2020 lalu. Dan Bupati Karna selalu saksi pelapor seharusnya hadir dalam sidang kedua yang dipimpin majelis hakim PN, Rosihan Lutfi tersebut.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Situbondo, Ifan Praditia Putra membenarkan ketidakhadiran Bupati Karna. "Karena pak bupati sedang mengikuti acara Peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Jawa Timur di Pendopo Kabupaten Situbondo," kata Ifan kepada SURYA lewat sambungan telepon.

Ifan menjelaskan, pihaknya akan melayangkan panggilan kedua untuk sidang berikutnya yang akan digelar, Selasa (19/10/2021) depan. "Bupati dipanggil sebagai saksi kasus ITE, karena bupati sebagai pelapor," tambah Ifan.

Sementara Bupati Karna mengatakan ia belum bisa hadir dalam sidang karena belum ada koordinasi. "Mungkin (sidang) hari ini gagal digelar," kata Bung Karna.

Diberitakan, kasus penghinaan terhadap Bupati Situbondo, Karna Suswandi dilaporkan ke Polres Situbondo, setelah beredar video berdurasi 3,07 menit di media sosial.

Polisi menangkap pengunggah video yang berisi penghinaan fisik pada Bupati Karna, yaitu IB, yang juga seorang wartawan media online di Situbondo. Polisi juga memburu tersangka lain berinisial EK karena menghilang setelah video itu beredar. Kedua tersangka dijerat dengan UU ITE dengan ancaman hukumannya enam tahun. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved