Breaking News:

Berita Jember

Terganggu Listrik, Persidangan Dosen Pelaku Penistaan Seksual di Jember Masih Gelap

Tetapi persoalan belum benderang lantaran terdakwa yang menjadi pesakitan secara daring dari Lapas Jember, belum banyak memberi penjelasan

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
ilustrasi kompas.com
LISTRIK 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Wilayah Jember memerlukan aliran enerji yang stabil agar tidak mengganggu aktivitas. Bahkan jalannya persidangan kasus dugaan pencabulan di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Rabu (13/10/2021), hampir belum mendapat penjelasan detail dari terdakwa RH.

Itu karena saat sidang agenda pemeriksaan terdakwa berlangsung, listrik mendadak padam. Akibatnya, persidangan terhadap terdakwa RH, oknum dosen Universitas Jember, dihentikan di tengah jalan. Persidangan akan dilanjutkan kembali, Kamis (14/10/2021).

Persidangan kasus dugaan pencabulan terhadap keponakan dengan terdakwa RH digelar rutin setiap Rabu. Rabu (13/10/2021) ini, agenda persidangan adalah pemeriksaan terdakwa.

Menurut Humas PN Jember, Sigit Triatmojo, persidangan sudah berjalan ketika tiba-tiba terjadi pemadaman listrik. Aliran listrik kemudian digantikan oleh tenaga genset.

Tetapi persoalan belum benderang lantaran terdakwa yang menjadi pesakitan secara daring dari Lapas Jember, belum banyak memberi pengakuan. "Persidangan sudah dimulai, hakim sudah bertanya kepada terdakwa. Giliran jaksa menyampaikan pertanyaan, tiba-tiba blep, lampu padam," tutur Sigit.

Pihak PN langsung mengalihkan aliran listrik melalui genset. Namun masalah tetap terjadi, karena persidangan dilakukan secara hybrid yakni daring dan luring.

Hakim, jaksa, dan penasehat hukum hadir secara luring di PN Jember. Tetapi terdakwa mengikuti persidangan secara daring dari Lapas Jember.

Pemadaman listrik rupanya mengganggu koneksi internet. Karena koneksi internet terus tidak stabil, akhirnya majelis hakim memutuskan melanjutkan persidangan, Kamis (14/10/2021).

"Dilanjutkan besok, melanjutkan pemeriksaan terdakwa. Nanti tinggal giliran jaksa dan penasehat hukum yang bertanya," imbuh Sigit.

Sigit menuturkan, sudah tiga hari terakhir terjadi beberapa kali pemadaman pasokan aliran listrik di PN Jember. Di sisi lain, persidangan juga dilakukan secara hybrid daring dan luring yang membutuhkan kestabilan koneksi internet. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved