Breaking News:

Stop Ekspor CPO, Jokowi Siap Sewa Lawyer Top Hadapi Asing

Di suatu titik nanti, stop yang namanya ekspor CPO. Harus jadi kosmetik, harus jadi mentega, harus jadi biodiesel

Editor: Rudy Hartono
Stop Ekspor CPO, Jokowi Siap Sewa Lawyer Top Hadapi Asing
net
ILUSTRASI - Direktur Pemasaran PTPN III Holding, Kadek K. Laksana (kedua kanan)melakukan pelepasan pengapalan ekspor minyak sawit mentah (CPO) sebanyak 13 ribu ton ke India di Pelabuhan Pelindo I Dumai di kota Dumai, Dumai, Riau, Sabtu (22/9/2021). Baca selengkapnya di artikel "Kemendag Cabut Beleid Lama Soal Verifikasi Ekspor CPO", https://tirto.id/djKL

SURYA.co.id -  Presiden RI Joko Widodo meyakini minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) bisa diolah berbagai produk turunan bernilai tinggi  yang lebih menguntungkan daripada  menjual (ekspor) dalam bentuk CPO. Karena itu Jokowi ingin Indonesia menghentikan ekspor CPO.

“Di suatu titik nanti, setop yang namanya ekspor CPO. Harus jadi kosmetik, harus jadi mentega, harus jadi biodiesel, dan turunan lainnya," kata Presiden Jokowi dalam pengarahannya kepada peserta Program PPRA LXII dan PPSA XXIII 2021 Lembaga Ketahanan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu.

Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia harus memiliki keberanian untuk menghentikan ekspor bahan mentah, meskipun terdapat potensi gugatan hingga ke Organisasi Perdagangan Internasional (WTO). Indonesia harus bersiap menghadapi segala hambatan dalam proses hilirisasi sumber daya alam.

Bahkan, Presiden meminta jajarannya untuk menyiapkan pengacara-pengacara internasional jika Indonesia digugat karena menghentikan ekspor bahan mentah. “Jadi siapkan lawyer yang kelas-kelas internasional. Inilah yang dalam proses semuanya kita siapkan. Semuanya kita integrasikan apa yang kita cita-citakan,” ujar Presiden Jokowi.

Selain CPO, Presiden Jokowi juga berencana menghentikan ekspor bauksit mentah. Ia meminta bauksit hasil dalam negeri harus diolah menjadi alumina dan logam aluminium. Bauksit menjadi komoditas yang dilarang pemerintah untuk diekspor, setelah nikel.

Indonesia melarang ekspor bijih nikel mulai Januari 2020. Kebijakan itu sejalan dengan diterbitkannya Permen ESDM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Permen ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara. Presiden Jokowi mengatakan tak akan mundur untuk menghentikan ekspor bahan mentah dan mengupayakan hilirisasi di dalam negeri.

“Barang-barang kita, mau jadikan pabrik di sini, hak kita dong. Ya kita hadapi. Jangan digugat kita mundur, tidak akan kesempatan itu datang lagi, peluang itu datang lagi. Ini kesempatan kita mengintegrasikan industri-industri kita di dalam negeri,” kata Presiden Jokowi.

Berkaca pada beberapa tahun lalu, Indonesia sempat kehilangan kesempatan untuk mendulang manfaat nilai tambah perekonomian, saat dunia mengalami kenaikan harga dan permintaan (booming) minyak dan kayu. “Dulu ada booming minyak, booming kayu kita kehilangan. (Kali) ini tidak. Minerba harus menjadi sebuah fondasi dalam rangka memajukan negara kita Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Presiden Jokowi Inginkan Indonesia Setop Ekspor CPO".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved