Breaking News:

Berita Tulungagung

Ratusan Rumah Sakit Tiru Layanan High Quality ke RSUD dr Iskak Tulungagung, Hanya 10 Persen Berhasil

Sementara Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto Dharmoredjo mengaku sudah menerima lebih dari 500 kunjungan.

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (kanan) bersama Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto Dharmoredjo. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - sebagai rumah sakit (RS) tipe B, model perumahsakitan low cost high quality (biaya murah berkualitas tinggi) yang diterapkan di RSUD Dr Iskak Tulungagung ternyata jadi percontohan. Dalam dua pekan terakhir, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menerima kunjungan tiga kepala daerah.

Dan semuanya mempunyai satu tujuan, yaitu melakukan studi banding atau studi tiru ke rumah sakit milik Pemkab Tulungagung itu. Pekan lalu datang Bupati Jember dan Bupati Brebes Jawa Tengah, sedangkan Jumat (15/10/2021) besok, akan didatangi Bupati Bandung Barat, Jawa Barat.

“Sebenarnya sudah saya serahkan kepada Dokter Supri (Direktur RSUD dr Iskak). Tetapi ternyata mereka juga harus bertemu dengan saya,” ucap Maryoto, Rabu (13/10/2021).

Maryoto menambahkan, kedatangan para kepala daerah itu membanggakan Kabupaten Tulungagung. Sebab meski Tulungagung berada di wilayah pinggiran, ternyata perumahsakitannya menjadi percontohan.

Maryoto pun tidak keberatan jika ada kunjungan studi banding ke RSUD dr Iskak. “Kami tidak keberatan, karena ilmu kan harus dibagi. Dalam agama, membagi ilmu adalah perbuatan yang mulia,” ucap Maryoto.

Sementara Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto Dharmoredjo mengaku sudah menerima lebih dari 500 kunjungan. Selain dari pemda, juga banyak juga dari kalangan RS swasta.

Mereka ingin belajar model perumahsakitan low cost high quality yang diterapkan RSUD dr Iskak. “Low cost bukan berarti murahan. Namun maknanya apa yang dibayarkan sesuai dengan yang diterima, tidak ada biaya lain-lain,” tutur dr Supri, panggilan akrabnya.

Sebelumnya Bupati Brebes juga memuji Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr Iskak yang mencapai Rp 330 miliar. Padahal sesama rumah sakit tipe B, RSUD Brebes hanya mendapatkan Rp 110 miliar.

Meski ratusan rumah sakit sudah melakukan studi banding, yang sukses hanya sekitar 10 persen. Sebab, lanjut Supri, model perumahsakitan yang diterapkan RSUD dr Iskak bersifat holistik.

Tidak hanya kebijakan direktur rumah sakit, namun juga harus didukung kebijakan kepala daerah. Karena itu Supri hanya menerima kunjungan yang disertai kepala daerah.

“Percuma jika hanya direktur rumah sakit sendiri yang datang. Tanpa didukung kebijakan bupati, tidak akan jalan,” tegasnya.

Untuk memudahkan penerapan program di RSUD dr Iskak, Supri juga menyiapkan draf peraturan direktur rumah sakit dan peraturan bupati. Draf itu menjadi panduan pimpinan daerah untuk mengatur dan melindungi kebijakan perumahsakitan yang akan diterapkan.

Mereka yang berhasil meniru rata-rata melakukan copy paste. “Ada yang datang dengar paparan, setelah itu malah jalan-jalan. Ada pula kepala daerah yang meminta langsung copy paste tanpa pemaparan lebih jauh. Yang begini malah sukses,” tandas Supri. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved