Breaking News:

Berita Blitar

Polhut Blitar Melongo, Pencuri Ini Tebang 5 Sonokeling Sampai Menjadikannya Gelondongan dalam 3 Jam!

Ia ternyata juga sudah merajang batang pohon curiannya menjadi bentuk gelondongan halus berukuran 3 meteran dan siap dibawa kabur.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Pelaku pencurian kayu diamankan oleh petugas di kawasan hutan Perhutano Blitar, Selasa (12/10/2021) malam. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Setelah beberapa kali kecolongan dengan aksi pencurian kayu hutan, Perhutani Blitar akhirnya menangkap seorang pencuri kayu di huran Sonokeling di petak 19 B Hutan Kalidawir. Yang membuat petugas terperangah, pencuri itu bekerja sangat cepat dan sangat piawai dalam perkayuan.

Bagaimana tidak, saat digerebek puluhan petugas gabungan, pencuri kayu bernama Suseno (49), warga Desa Winang, Kecamatan Dawir, Tulungagung itu tidak hanya menebang lima batang pohon Sonokeling.

Ia ternyata juga sudah merajang batang pohon curiannya menjadi bentuk gelondongan halus berukuran 3 meteran dan siap dibawa kabur. Dan untuk menebang lima pohon sekaligus mengolahnya menjadi gelondongan itu, Suseno melakukannya sendirian dan hanya butuh waktu tiga jam !

"Saat ini, ia menjalani pemeriksaan terkait aksinya itu. Entah sudah berapa kali beraksi namun ia mengaku baru sekali," kata Agus Suryawan, Wakil Adm Perhutani Blitar, Rabu (13/10/2021).

Suseno sebenarnya hampir menyelesaikan aksinya dan tinggal mengangkut gelondongan-gelondongan itu ke atas gerobak yang ditarik sepeda motornya. Tetapi saat akan membawa pulang kayu itu, aksinya dipergoki petugas yang sedang berpatroli.

Para aksinya, Selasa (12/10) petang itu, Suseno mengaku baru masuk hutan di kawasan Dusun Ngambal, Desa Winang itu pada sore hari. Dan baru dipergoki petugas pada malam hari atau sekitar pukul 19.30 WIB.

Pelaku datang mengendarai sepeda motor, sedangkan peralatan yang dipakai memotong kayu disembunyikan di gerobak yang ditarik sepeda motornya. "Maksudnya, ia menghindari patroli sehingga beraksi sore hari karena dikira petugas sudah pulang," papar Agus.

Namun usai Suseno menebang lima pohon senilai belasan juta itu, petugas mendengar suara gergaji. Arahnya dari dalam hutan sehingga dipastikan itu suara gergaji mesin milik pencuri yang sedang beraksi.

Akhirnya, petugas bergerak dengan kekuatan sekitar 24 personel, di antaranya gabungan polisi hutan (Polhut) dan kepolisian. "Ada yang mengendarai mobil patroli, dan sebagian mengendarai sepeda trail, untuk memudahkan menerobos lebatnya hutan," ungkapnya.

TKP itu bisa dibilang khusus hutan kayu Sonokeling semua. Luasnya sekitar 319 hektare dengan tanaman Sonokeling yang sudah layak dipanen karena usianya sudah di atas 30 tahun. Makanya, di hutan itu rawan aksi pencurian meski lokasi hutannya dekat dengan jalan desa.

"Sesampai di tepi hutan dekat jalan Dusun Ngambal, petugas langsung menyebar, untuk menuju sasaran atau lokasi hutan yang sedang ditebang pelaku," paparnya.

Karena petugas sudah menyebar dengan membentuk formasi mengepung, sehingga dengan mudah pelaku ditangkap. pelaku langsung dikepung dan menyerah.

Dan dari kelihaian pelaku menebang pohon dan keahlian mengolah menjadi gelondongan dalam waktu cepat itu, menjadi bukti bahwa pelaku penjarahan hutan sebenarnya bukan orang awam. Melainkan orang yang sudah paham kondisi hutan dan paham cara mengolah kayu.

"Pelaku kaget karena tak mengira aksinya ketahuan. Apalagi,ia dikepung oleh petugas sebanyak itu sehingga langsung pasrah. Ia dipergoki di petak 19 B hutan Kalidawir, yang tak lain merupakan hutan Sonokeling," pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved