Breaking News:

Berita Mojokerto

Melanggar Prokes, Dua Tempat Hiburan Malam di Kota Mojokerto Disanksi Tutup 1 Bulan

Petugas Satpol PP menutup paksa dua tempat hiburan malam karaoke di Kota Mojokerto.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Petugas Satpol PP saat memeriksa aplikasi PeduliLindungi pengunjung tempat hiburan malam karaoke di Kota Mojokerto. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menutup paksa dua tempat hiburan malam karaoke di Kota Mojokerto.

Dua tempat hiburan malam X2x Karaoke dan Royal Karaoke di Jalan Pahlawan Kota Mojokerto itu disanksi penutupan sementara selama satu bulan. Akibat pengelola tempat hiburan malam karaoke tersebut, terbukti melanggar protokol kesehatan (Prokes) yakni tidak menerapkan aplikasi PeduliLindungi terhadap pengunjung maupun karyawannya.

Kasatpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono menjelaskan, dua tempat hiburan malam disanksi tutup selama satu bulan karena terbukti dari hasil monitoring ditemukan tujuh pengunjung termasuk 2 karyawan yang tidak menggunakan aplikasi PeduliLindungi di dalam tempat karaoke tersebut.

"Kami sudah melayangkan surat ke pihak manajemen yang bersangkutan terkait sanksi penutupan sementara selama satu bulan terhadap dua tempat karaoke yang terbukti melanggar prokes dan aplikasi PeduliLindungi," jelasnya, Rabu (13/10/2021).

Dodik menegaskan, jika tempat hiburan malam karaoke itu kembali melanggar maka akan disanksi penutupan selama dua minggu hingga hukuman terberat penutupan permanen.

Diberlakukannya sanksi tegas ini sebagai efek jera, supaya pengelola tempat karaoke patuh dalam menerapkan prokes, apalagi situasi Kota Mojokerto masih PPKM Level 3.

"Jika mereka melakukan pelanggaran kedua maka akan ditutup selama 2 bulan, kalau kembali melanggar ketiga kali akan ditutup total dan izin operasional dicabut," tegasnya.

Dodik menyebut, sanksi terhadap dua tempat karaoke itu sesuai Surat Edaran Satgas Covid-19 Kota Mojokerto terbaru Nomor 443.33/1307/417.506/2021 terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 bahwa tempat hiburan malam karaoke diperbolehkan kembali beroperasi dengan syarat menerapkan Prokes dan aplikasi PeduliLindungi.

Dan dikuatkan dengan keterangan tujuh orang pengunjung dan karyawan karaoke yang diamankan lantaran tidak dapat menunjukan aplikasi PeduliLindungi di dalam tempat tersebut.

"Keterangan dari pengunjung bahwa mereka oleh pengelola karaoke tidak diminta untuk scan QR Code PeduliLindungi dan tidak ditanya terkait kartu vaksin," ucap Dodik.

Menurut dia, pihaknya juga melaksanakan monitoring lapangan terkait penerapan aplikasi PeduliLindungi di sejumlah tempat hiburan malam karaoke di Kota Mojokerto.
Seluruh pengunjung maupun karyawan tempat karaoke turut diperiksa terkait aplikasi PeduliLindungi.

"Tadi ada enam tempat karaoke yang kami monitoring, hasilnya kebanyakan sudah patuh dan mereka berkomitmen tidak memasukkan pengunjung dan karyawannya yang belum vaksin maupun yang tidak menunjukkan aplikasi PeduliLindungi," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved