Breaking News:

Kunjungi Barata Indonesia, Komisi VII DPR Dorong Peningkatan Local Content Proyek Strategis Nasional

Kunjungan Ridwan Hisjam dan Dyah Roro Esti, dua anggota Komisi VII DPR RI di PT Barata Indonesia, Gresik.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto:barata indonesia
Kunjungan Ridwan Hisjam dan Dyah Roro Esti, dua anggota Komisi VII DPR RI di PT Barata Indonesia, Gresik, untuk memberikan dukungan terhadap local content produk yang diproduksi perseroan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komisi VII DPR RI dorong PT Barata Indonesia (Persero) untuk meningkatkan local content dalam proyek strategis nasional pemerintah.

Dukungan Komisi yang membidangi Energi, Sumber Daya Mineral,Batubara, Riset, Inovasi dan Perindustrian itu diungkapkan dalam kunjungan kerja ke kantor pusat Barata Indonesia, Senin (11/10/2021).

Komisi VII DPR RI yang diwakili oleh Ir. H.M. Ridwan Hisjam dan Dyah Roro Esti Widya Putri, BA, M.Sc. menyatakan bahwa Komisi VII mendukung penuh peningkatan local content dalam proyek strategis nasional sebagai upaya substitusi produk impor dan membangun kemandirian industri.

"Sudah sewajibnya perusahaan industri nasional mengambil peran yang sentral dalam proyek pembangunan tanah air.Kami mendukung Barata Indonesia dalam perannya sebagai BUMN Manufaktur untuk meningkatkan local content dari segi apapun, baik itu raw material produk, supply chain, maupun SDM-nya," kata Dyah Roro.

Menurutnya, pengoptimalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dapat memacu produktivitas dan daya saing industri nasional di tengah kondisi pemulihan ekonomi pascapandemi.

Sebagai tindaklanjut pertemuan ini, dirinya pun mengajak Barata Indonesia untuk beraudiensi melalui forum rapat dengar pendapat (RDP) yang diharapkan dapat memberikan dukungan dari segi regulasi terhadap peningkatan TKDN bagi kemajuan industri manufaktur di Indonesia.

Setali tiga uang dengan Roro, Ridwan Hisjam juga menyatakan bahwa industri manufaktur tanah air saat ini masih didominasi oleh industri impor, dengan TKDN yang sangat minim.

"Hal ini cukup memprihatinkan bagi industri manufaktur tanah air yang memiliki kompetensi dan kemampuan yang tidak kalah bersaing dengan produk buatan luar negeri," ujar Ridwan.

Dirinya pun mencontohkan produk Barata Indonesia yakni Bogie dan Komponen Turbin yang telah terbukti mampu menembus pasar global dengan kualitas produk yang bahkan telah disertifikasi oleh lembaga internasional.

"Jadi sekarang tinggal bagaimana keberpihakan pemerintah terhadap industri ini. Hal-hal seperti ini harus menjadi perhatian seluruh pihak sehingga Barata Indonesia bisa menjadi pioner kembali bagi penyediaaan sarana prasarana pembangunan nasional dan industri manufaktur nasional," bebernya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved