Breaking News:

Persebaya Surabaya

Kisah Bonita Asal Solo Kesengsem Bonek dan Persebaya Surabaya

Seorang perempuan asal Solo, Tatik, sudah lama menjadi Bonek Wanita (Bonita) sejak 2000

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Febrianto Ramadani
Kisah Bonita Asal Solo Kesengsem Bonek dan Persebaya Surabaya 

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | SURABAYA - Seorang perempuan asal Solo, Tatik, sudah lama menjadi Bonek Wanita (Bonita) sejak 2000. Ibu Rumah Tangga itu menceritakan, berawal ketika mendapatkan jodoh seorang pria asli Surabaya Wudyk Hartono yang juga Bonek, suporter fanatik Persebaya Surabaya.

Dari pasangan tersebut dikaruniani satu anak perempuan bernama Joista Odisti Maharani (20). Sehingga, saat mendukung langsung Persebaya, satu keluarga ini sangat kompak memakai atribut khas Bajul Ijo.

"Saya mulanya tidak begitu tertarik dengan Bonek atau Bonita, karena beranggapan selalu berbuat rusuh, anarki dan lain lain. Satu kali saya masuk stadion sampai lima kali baru saya menyukai apa yang namanya Bonek. Ternyata, punya jiwa yang bagus dan persaudaraannya sangat kuat. Makanya saya senang jadi Bonita," aku Tatik.

Di usianya yang menginjak 43 tahun, Tatik punya pengalaman berkesan saat melihat langsung penampilan Bajul Ijo. Dirinya melihat para pendukung tidak memandang status dan derajat satu sama lain.

"Anak-anak Bonek dan Bonita tulus sekali. Mereka tidak cari nama atau cari perhatian. Apalagi kalau away day dukungannya sangat kuat," tuturnya.

"Bahkan ada Bonek maupun Bonita memberi bantuan kepada yang tidak punya. Kalau punya uang saku yang lebih bisa membantu teman yang pas -pasan jadi kuat sedulurannya," imbuhnya.

Selama pandemi Covid-19, Tatik tetap mengikuti kabar terbaru Persebaya. Baik dari media massa maupun media sosial (sosmed). Saat ini, terkadang menggelar nobar bersama keluarga dan tetangga yang menyukai hobi serupa.

"Selama tidak bergulir, punya kegiatan positif bersama komunitas saya. Mulai santunan anak yatim. Kalau pas longgar mempererat persaudaraan dengan kemah bareng. Saya punya komunitas Bonek Touring, sukanya touring ke area wisata. Jadi  bisa silaturahmi dengan Bonek yang lain mengajak kemah bareng tetap komunikasi dan bicara soal Persebaya atau tukar pendapat," jelasnya.

Tatik juga memberikan saran kepada Persebaya agar pintar merotasi pemain di tengah padatnya jadwal liga dan jadwal kualifikasi Piala Asia. Pelatih harus mengikuti perkembangan sepak bola jaman sekarang

"Bonek sekarang sudah tertata dengan baik kegiatannya ada yang positif. Kalau lihat lebih dalam sekarang bonek berusaha berjuang mendukung Persebaya," bebernya.

Untuk Persebaya, harap Tatik, kedepan penampilannya lebih baik lagi dan membanggakan bagi Kota Pahlawan. Kepada Bonek tetep solid, tingkatkan kegiatan positif.

"Pastinya akan berbeda antara menonton pertandingan langsung di stadion dengan nonton televisi," pungkas Titik. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved